Gedhang Ayu Pejati Suku Jawa

Ini adalah upakara utama bagi suku Jawa. Kalau orang Bali punya Pejati. Upakara ini memiliki makna filsafat sebagai stana Sang Hyang Widhi.  Cara merangkainya lebih mudah dibandingkan merangkai Pejati. Dasar dari upakara ini Daun Dhadhap Srep sejumlah ganjil, saya pilih 5 kadang 7. Dhadhap Srep sebagai perlambang penyerap karunia Tuhan.

Pisang 2 sisir perlambang sepasang tangan yang menyangga harapan.  Khusus adat Jawa Mataraman (Surakarta dan Yogyakarta serta sekitarnya) hanya minat pakai Pisang Raja atau boleh Pisang Mas dengan jumlah buah tiap sisir ganjil. Ini terkait dengan harapan keluarga bangsawan yaitu Raja = Tahta, Mas = Harta.

Kelapa di tengah kedua sisir pisang lambang Lingga dan diberi uliran Benang Lawe perlambang Purva Daksina ketika tangan mengulirkan di atas kelapa sambil berucap AUM Namah Shivaya. Wadah pincuk (daun kerucut) atau takir (daun persegi panjang) mengambil daun yang memiliki aura spiritual contohnya: Daun Andhong, Daun Sepatu, Daun Janur, dll

Kembang Telon (Tiga Bunga) perlambang Tri Murti, orang Jawa lebih suka pakai Mawar Merah (Brahma), Kenanga (Vishnu), Melati atau boleh Cempaka Putih (Shiva). Kinangan Jangkep (Pinang Kapur Sirih) perlambang Tri Murti, yaitu Pinang dan Gambir (Brahma), Daun Sirih dan Daun Tembakau (Vishnu), Kapur (Shiva)

Beras dan Gula Jawa lambang Bapa Akasha dan Ibu Prtivi karena kita berada diantara kedua kekuatan tersebut. Kopi dan Gula Pasir juga banyak yang artikan Bapa Akasha dan Ibu Prtivi.

Sebelum membuat upakara disarankan fikiran tenang dan mensucikan diri dengan air atau nafas (Pranayama). Ketika mulai memotong atau menyusun upakara jalankan Tri Kaya Parisuddha, contohnya ucapkan yang baik-baik saja, jangan bergunjing.

Semua upakara memang sebaiknya didampingi oleh Api, silakan memilih pelita minyak atau lilin atau sabut kelapa dibakar dengan minyak goreng.
Mengapa?. Karena semua mantra dan doa lebih kuat dayanya jika disaksikan oleh Deva Agni. Semua Bunga dan Daun sebelum dipetik sebaiknya memohon kepada Devi Pushpa agar dapat diberikan karunia aura cemerlang pada hasil petikan agar dipakai sembahyang dapat cemerlang.

Semua bahan baku alamiah di atas dipilih yang keadaan baik dan segar, tidak ada yang bekas gigitan serangga. Karena untuk Tuhan kita tidak main-main, sebab Beliau pun juga tidak main-main bagi semua mahluknya.

Semoga bermanfaat

Source: Raden Hernandito Sulistiyo Djati Brotowinoto