Bahaya yang paling besar pada kekuasaan raja dan sumber bahaya kerajaan ialah ambisi menteri-menteri yang amat besar dan bebal dalam tugas dan tanggung jawab terletak keamanan dan integritas wilayah. Oleh karena itu, Kautilya menekankan norma standar yang tinggi dan tepat utuk mentri-menteri, Kualifikasi Menteri-menteri ialah Kelahiran Mulia, pengetahuan, pandangan ke depan, bijaksana, kegagahan, kepasihan, kecerdasan, inthosisme, keagungan, watak yang bersih, ketangguhan, kelembutan, kesetiaan, Pengabdian, tidak lengah, tidak lemah fikiran, tidak sentimental, dan yan terakhir penguasaan diri yang sempurna, Kualifikasi yang tinggi ini sepantasnya untuk kemuliaan tujuan akhir yang nyata dan sepadan dengan pemeliharaan tertib sosial atas dasar spiritual yang sebenarnya.
Menteri adalah orang yang dari dia aktivitas negara mengalir seperti penyelesaian pekerjaan rakyat dengan sukses, keamanan orang dan hal milik musuh-musuh internal dan eksternal , perbaikan jalan-jalan darat yang alami, penyegaran angkatan perang, serta mengumpulkan pajak dan upeti. Kautilya menyadari pentingnya kekuatan kemetrian dan menganjurkan agar Swami waspada dan melindungi dirinya dari persekongkolan menteri-mentri. Swami juga harus insaf bahwa dalam hal kekalahan yang jelas terhadap musuh-musuh dan eksternal hendaknya meninggalkan negeri dengan melarikan diri untuk menyelamatkan diri sementara sebagai suatu kelayakan yang mendasar untuk keberhasilan yan akan datang.
Drista hijivita punaravaptih Yatha Suyhttroudayanaabhyam
Bila Swami hidup, kembali pada kekuasaan tentulah terjadi dalam hal Suyatra Udayana. Swami harus menjaga diri dari segala macam pengkhianatan. Malapetaka datang dan Tuhan atau dari manusia. Nyasana adalah hilangnya kebajikan dan kumpulan kejahatan.
Guna Pratilomyamabhavah paradoshah Prasangah pidava vyasanam
Segala apa yang menlenyapkan kebahagiaan seseorang adalah malapetaka
Vyusyati enam Sreyasah iti vyasanam
Kebencian pada malapetaka didapat dari aktivitas yang dilakukan oleh menteri yang dapat memperhatikan penyelesaian yang berhasil dari aktivitas rakyat sebab menteri itu sadar akan pentingnya kekayaan negara sebagai sarana realisasi diri. Ketahui salah satu bagian atau satu elemen kedaulatan berada dalam kekacauan maka pengembangan cinta kasih dan kekuatan pelayanan dapat menjadi sarana menyelesaikan pekerjaan.
Kosa mulohi dandah, kosabhave, dandah param gaethi, Swaminam va hanti, Kasohi Dharma kama Hetuh
Kekacauan internal yang disebabkan oleh kekuatan menteri-menteri lebih mengerikan daripada kekacauan ekternal sebab aksi kekacauan itu seperti seekor ular. Benci-membenci, Perpecahan, permusuhan dan pemerintahan yang terbagi-bagi menghancurkan negara. Pengawasan terhadap kekacauan internal dan ekternal hanya mungkin efektif oleh rakyat bila mereka mengenal bahwa pemimpinnya adalah seorang pangeran kelahiran mulia. Kautilya rupanya menyukai seorang keturunan mulia , namun lemah daripada raja yang kuat, namun keturunan rendah. Hal itu terjadi karena kesukaan alami umat manusia mematuhi seorang raja keturunan mulia berkat kebajikan dan keunggulan moral yang tinggi daripada orang yang aktifitasnya bersifat tipu daya dan sembunyi dalam usaha untuk merebut kekuasaan.
Durbalaabhiratam Prakrtayah Svayam Upanamanti atyamaisurya prakritih Anuvartata anurage Sarvaguram iti
Walaupun lemah, raja tetap lambang negara dan 'lambang semua tugas dharma. Kepemimpinan adalah hal tertinggi di dalam masyarakat pada semua zaman, sebab merupakan standar kedaulatan untuk menyatukan kepatuhan dan memegang negara. Kautilya tegas dalam pengakuannya adalah keutamaan dharma, hukum dan Swami di dalam negara. Oleh karena itu, Kautilya mempertimbangkan kelahiran dan pengembangan suatu negara kebajikan di bawah naungan seorang raja kelahiran mulia dan terhormat serta didukung menteri yang tidak mementingkan diri, berjiwa cerah, murah hati, dan berjiwa agung paham batas negara yang demikian dinyatakan dalam uraian tentang Chaturanta Mahim.
Ia mendefinisikan wilayah negara sebagai sesuatu yang terbentang antara lautan dan Himalaya. Kautilya memahami istilah desa dan Chakravarti sebagai ganti dan Sarvabhauma, Samarat, dan Adhipatya barangkali untuk menekankan ide dasar kedaulatan daerah dalam kesatuan Yamapada yang fundamental yang dibangun atas dasar sentralisasi birokrasi dan pengembangan kekuasaan unilateral di bawah aspirasi dari kepribadian yang terkemuka.
Desha Prithvi tasyan Himavat Samudrantara udichinam yajna sahasra Parimanam siryak chakravarti kshetranam, tattranyo grmyah parvata audaki bhaumah somovishama iti vishesah
Negara terdiri atas wilayah yang terletak di sebelah selatan Himalaya dan meluas sampai ke Samudra dengan dataran yang luasnya seribu Yojana ditutupi hutan, desa-desa air terjun, danau-danau, sungai-sungai, tanah datar yang subur tempat kegiatan kerja dilakukan yang berguna untuk kekuasaan dan kemakmuran. Selanjutnya kegiatan ditentukan dengan penghargaan yang wajar atas kekuatan tempat, dan waktu berusaha yang merupakan pelengkap.
Praspara Sadhaka hi Sakti Desa Kalah
Inilah impian Kautilya yang dsaksikan sendiri pada masa ekspanasi negara Maurya yang tak dapat dibendung di bawah pemerintal Chandragupta Bindusara. Sebagian besar asas-asas politik yang dinyatakan diambil alih oleh administrasi dan Arthasastra menjadi buku para pangeran. Seperti halnya hujan waktu malam hari ia menyegarkan warna dan semangat ide-ide politik yang telah suram dan lesu oleh pertentangan-pertentangan agama seprti Brahmacari Hinduisme dan Budhisme. Dengan kekuatan yang tumbuh subur dan menarik perhatian, ia membangkitkan elemen-elemen tersembunyi dan pikiran pada zamannya dan mengumpulkan materi-materi untuk masa yang akan datang dan angan-angan untuk digunakan oleh orang yang berbakat.
Arthasastra mengemukakan segi yang menghambat segala aktifitas hidup dalam diri orang dan mendesakkan sifat-sifat baik, arti dan kemungkinan hidup manusia. Masa Asoka mengalami pemenuhan impian Kautilya tentang Dharma Raja yang menghidupkan pengalaman, pegetahuan dan implikasi Masa lampau yang matang dan membuka pemandangan kemung-kinan moral. Masa itu memberikan seseorang konsepsi tentang kesalahan, keluasan, kesatuan dan tujuan hidup, serta mencari beberapa hubungan antar manusia yang esensial. Asoka memba-ngun negara dengan dasar Arthasastra Kautilya dan skema mesin adminis-trasinya tergambar dalam halaman-halamannya. Dengan demikian, Kautilya merupakan nabinegara kebajikan Asoka.
Penemuan Arthasastra telah memeberikan sumbangan banyak dalam pengayaan pengetahuan tentang Indi zaman dahulu. Suatu hal yang layak dengan kemerdekaan India kita kiranya dapat menoleh ke masa lalu tentang keberadaan kita untuk inspirasi dan tuntunan tertentu ke masa anak yang klasik ketika Kautilya, Chandragupta, Bindusara, dan Asoka dengan usaha-usaha yang agung merealisasikan untuk umat manusia praktik politik yang unik dan khas, yang sejak itu belum pernah diulangi walaupun tidak sempurna di bagian dunia ini.
Oleh: M.V Krishna Rao
Source: Warta Hindu Dharma NO. 533 Mei 2011