Labirin Dunia Maya Hindu

Dunia internet saat ini menjadi kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan manusia modern. Dari urusan surat-menyurat sampai melihat resep masakan, masyarakat berurusan dengan dunia internet. Bahkan makalah apa saja bisa dicari dengan mesin pencari hanya dengan mengetik kata kunci, dengan secepat kilat akan menampilkan bahasan apa yang kita inginkan dan tinggal memilih. Begitu juga berita-berita yang terbaru sangat cepat bisa kita akses melalui internet, lebih cepat jika dibandingkan dengan berita yang beredar di koran-koran nasional maupun daerah yang berbasis offline, hanya dengan menggunakan perangkat personal komputer maupun telepon genggam.

Dengan internet, dunia seolah segenggam telapak tangan. Manusia memiliki alat komunikasi dan informasi yang mampu menghubungkan manusia dan berinteraksi dengan manusia lainnya di segala penjuru dunia hanya dengan terhubung melalui internet. Bahkan tidak sedikit dengan internet, ia mampu mencetak manusia super kaya sebut saja seperti Larry Page dan Sergei Brin penemu Google, Mark Zukerberg sebagai pendiri facebook.com, Jeff Bezos pendiri Amazon.com dan lain sebagainya. Di Indonesia ada Anne Ahira pendiri Asian Brain, Andrew Darwis pendiri Kaskus dan banyak lagi. Belum terhitung lagi jumlah manusia yang terkenal lewat menggunggah video di dunia maya sehingga ia menjadi artis terkenal.

Dilain pihak, kerugian berinteraksi di dunia maya tidak kalah banyaknya. Salah satu contoh, modus surat elektronik nyasar yang memohon bantuan untuk menerima uang bernilai milyaran misalnya, biasanya trik semacam ini datang dari Negara miskin seperti Ghana, Nigeria dan sebagainya. Begitu juga banyak orang tertipu di situs belanja online, pernah terjadi pada seorang sahabat kejadian yang sangat menggelitik, ia membeli telepon genggam, yang dikirim oleh si penjual adalah telepon genggam mainan. Di media sosial juga sering terjadi penipuan, perselingkuhan bahkan sampai menjurus tindak kriminal. Jadi dibutuhkan kebijaksanaan dan kesadaran dalam menggunakan sarana dalam berselancar di dunia maya, agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain.

Dari kecanggihan teknologi yang ditawarkan tersebut diatas, lantas ada kerinduan manusia kekinian untuk mengetahui hal-hal yang bernuansa religius. Menarik-nya dengan adanya dunia maya kita bisa terhubung dengan saudara-saudara kita sesama Hindu di perantauan terutama yang berada diluar pulau, khususnya kita dapat berinteraksi melalui media sosial. Dari maraknya perbincangan dan diskusi agama khususnya group disosial media yang bernuansa hindu, bisa dipastikan bahwa masyarakat sangat haus akan informasi agama baik berupa filsafat teologi maupun masalah upacara. Alasannya, Karena dirasa tidak mudahnya mencari sumber informasi yang didapat secara offline seperti buku-buku bacaan yang berkualitas. Akhirnya jalan yang terbaik untuk mendapatkan informasi itu atau alternatifnya adalah melalui dunia maya.

Menariknya saat ini begitu intensnya hal-hal religius dibahas dimedia sosial, baik sekedar menyampaikan informasi, berdiskusi, bahkan sampai menjurus perdebatan agama, khususnya pada halaman group media sosial. Itu artinya hal-hal yang berbau agama sangat menarik didis-kusikan bagi masyarakat luas, sehingga memicu dan memotivasi masyarakat untuk belajar dan menggali informasi lebih banyak tentang topik Hindu, baik dengan membaca buku maupun mem-baca situs web seperti salah satunya yang disediakan oleh PHDI situs web www.phdi.or.id.

Dengan adanya dunia maya sangat membantu kecerdasan masyarakat dengan cara berdiskusi, dan belajar agama secara non formal. Itu artinya secara tidak langsung menumbuhkan minat baca masyarakat. Konon minat baca masyarakat Indonesia sangat mengkhawatirkan, berdasarkan data UNESCO, persentase minat baca Indonesia sebesar 0,01 presen dari total jumlah pendu-duk. Kegiatan membaca itu sangat penting, alasannya dari membaca kita menjadi tahu sumber-sumber ilmu dan pengetahuan itu. Sebab tahapan belajar itu adalah mengetahui, maksudnya mengetahui hal-hal pokok dari sumber-sumber sastra yang ada, selanjutnya memahami isi dari topik yang dimaksud oleh penulis dan selanjutnya kita membandingkannya dengan pokok-pokok pikiran orang atau penulis lain dalam topik yang sejenis, dan yang terakhir adalah tingkat apresiasi atau pelaksanaan untuk tingkatan belajar lebih lanjut.

Pengetahuan bagi orang Hindu sangat penting. Seperti yang bisa kita pahami bahwa Ibu Pengetahuan (Sanghyang Aji Saraswati) beliau berstana di dalam sastra atau teks. Sehingga, masyarakat Bali pada umumnya mengapresiasi dengan memperingatinya sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan yang jatuh pada Sabtu Umanis Watugunung dalam kalender Bali. Jadi dengan membaca, belajar sastra agama dan sastra suci secara tidak langsung kita telah memuliakan beliau, selanjutnya apa yang bisa kita petik dalam pengetahuan agama setidaknya mampu membuka wawasan sehingga mampu mencerahkan bathin.

Begitulah lika-liku (labirin) dunia maya dalam perjalanan pembelajaran agama hindu dalam masyarakat modern saat ini. Selanjutnya, disarankan kearifan dan kebijaksaan dalam memahami segala bentuk pengetuhuan di dunia maya, karena begitu banyak faham dan aliran agama dewasa ini seiring dengan berkembangnya kecerdasan manusia untuk menafsirkan isi teks-teks agama hindu yang disajikan dengan tata bahasa yang baik.

Oleh: Putu Wawan
Source: Wartam Edisi 18, Agustus 2016