Swana dan Swarga

Kisah perjalanan Sang Dharmawangsa ke sorga (Swarga) menghadirkan sebuah bahan renungan. Bahwa Sang Dharmawangsa, setelah meninggalkan ke empat adiknya dan Sang Dewi Drupadi istrinya, masih melanjutkan perjalanannya diikuti oleh seekor anjing (swana) yang setia. Mengetahui hal itu, Dewa Indra turun mendekati sambil meminta Sang Dharmawangsa meninggalkan anjingnya itu. "Ananda tidak dapat masuk sorga bila bersama anjing itu" sabda Dewa Indra. Namun Sang Dharmawangsa menyatakan bahwa ia hanya mau masuk sorga (swarga) bila bersama anjing (swana) yang setia bakti o|tu, karena ia tidak akan mungkin meninggalkannya (yar yogya ikang swana milwa lantukang swarga saka ritan wenang nghulun tuminggalakena ya). Demikian tersurat di dalam Swargarohanaparwa, kitab ke 18 dari Mahabharta.

Mengapa Sang Dharmawangsa tidak dapat berpisah dengan anjingnya itu? Saya tidak dapat meninggalkan anjing yang senantiasa mengikuti kemanapun saya pergi. Ia sangat bakti, oleh karena itu saya tidak bisa memotong atau memutus baktinya itu (bhakti tyaga). Orang yang bhakti tyaga sangat besar dosanya, sebagaimana halnya membunuh seorang wanita yang bijaksana (stri sadhu), membunuh brahmana (amatyuni brahmana) tidak menolong orang yang memerlukan bantuan ketika dalam derita, tidak setia pada sahabat dan yang lain ". Demikian jawab Sang Dharmawangsa.

Si Swana disebut sada bhakti, atau selalu bhakti kepada Dharmawangsa, maka sang Dharmawangsa tak boleh memotong bhaktinya itu, Dharmawangsa teguh dengan keyakinan dirinya bahwa dosa besar bagi mereka yang bertindak Bhakti Tyaga , memotong bhakti seseorang.

Setelah mengetahui hal itu, maka si swanapun menghilang, dan muncullah Sang Hyang Dharma dihadapan Dharmawangsa, sambil bersabda : "Ananda telah lulus ujiannku. Dua kali ayahnda telah menguji dirimu, pertama ketika kematian adik-adikmu seteiah meminum air telaga. Ananda tidak meminta Bhima atau Arjuna untuk dihidupkan, tetapi meminta adikmu dari putra Dewi Madri yaitu Nakula atau Sahadewa, engkau berlaku adil dan penuh kasih sayang. Hari ini ananda diuji untuk kedua kalinya, dan ananda lulus, karenanya ananda dapat ke sorga bersama badanmu (matangnyan muliha ring swarga lawan sariranta).

Ujian berat bagi seorang Dharmawangsa adalah tentang kasih sayang da tentang penegakan kebenaran dan keadilan. Hanya orang yang memahami hakikat hukum kebenaran yang dapat lulus dari ujian itu. Seekor anjing begitu mendapat perhatian Sang Dharmawangsa. Ternyata anjing itu memiliki kesetiaan dan rasa bhakti (sadabhakti), dan Sang Dharmawangsa tak akan memutus bhaktinya itu (bhakti tyaga).

Oleh: Ki Nirdon
Source: Warta Hindu Dharma NO. 516 Desember 2009