
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, meminta umat Hindu di Jakarta mendukung prgram 5T. Program ini diyakini bisa membuat Jakarta lebih tertib. Hak itu disampaikan Ahok, sapaan gubernur, saat membuka acara Lokasabha VI Parisada DKI Jakarta, di Graha Aditya Sabha, Pura Adhitya Jaya, Jl. Daksinapati Raya, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (14/11/2015).
“Kita tentu dukung. Ini kan semacam muswil (musyawarah wilayah) kalau dalam politik. Jadi ada muswil DKI. Ya kita harapkan, sebetulnya untuk mengubah karakter orang itu adalah dari keyakinan. Budaya itu dipengaruhi oleh keyakinan. Kalau orang sudah diperbaiki, bidang keyakinan dia sudah sadar. Misalnya buang sampah. Agama selalu mengajari kan kebersihan sebagian dari iman. Nah, kalau orang yang mengaku beragama tapi buang sampah sembarangan itu berarti imannya itu bermasalah,” katanya, usai memukul gong sebagai simbolisasi dibukanya acara tersebut.
Pada kesempatan itu Ahok meminta umat Hindu di Jakarta dan sekitarnya mendukung program 5 Tertib (5T) Jakarta, yakni tertib berlalu lintas, tertib PKL, tertib hunian, tertib kebersihan dan tertib demo. “Saya berharap untuk umat-umat Hindu di Jakarta dan sekitar Jabodetabek ini juga mendukung program 5 tertib,” ujarnya.
Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Sang Nyoman Suwisma, menerangkan acara ini selayaknya musyawarah daerah. Ada empat agenda yang digelar. “Yakni meminta pertanggungjawaban dari pengurus yang lama, memilih pengurus baru, membuat keputusan-keputusan program lima tahun yang akan datang, dan bila ada keputusan-keputusan mendesak yang dibutuhkan ya dibuat pada waktu acara ini,” paparnya.
Suwisma menambahkan PHDI tengah menghadapi masalah dalam hal anggaran pembinaan. Untuk itu ia berharap Pemprov DKI Jakarta dapat mengalokasikan sebagian anggarannya guna membantu pembinaan PHDI.
“Problem yang paling berat itu sebetulnya anggaran. Semisal anggaran pembinaan. Karena dari pembina sangat kecil. Sedangkan umat Hindu dikatakan tidak sebanyak umat lain. Kami berharap kepada pemerintah daerah agar anggaran-anggaran dibantu,” imbuhnya.
Ketua Harian Parisadha Hindu Dharma DKI Jakarta, Kombes Pol (Purn) Ketut Wiardana, menuturkan, kegiatan ini juga bertujuan untuk mensinergikan, memadukan umat Hindu dalam rangka membangun umat Hindu di DKI yang ceria, cerdas, enerjik, responsif, inovatif dan ahlak mulia melalui budi pekerti.
“Kami pun siap mendukung program 5 Tertib yang dicanangkan Pemprov DKI Jakarta. Karena pemerintah dalam ajaran agama Hindu disebut catur guru atau guru kita. Jadi wajib kami dukung,” tuntas mantan Staf Ahli Bidang Hukum Mabes Polri itu.
Sumber: poskotanews.com