
Jakarta - Global Freedom Network bekerjasama dengan Universitas Paramadina menyelenggarakan seminar Deklarasi Bersama Pemuka Agama Melawan Perbudakan Modern di Hotel Mandarin Oriental di Jl. MH. Tamrin, pada Selasa, 7 Februari 2017.
Perwakilan dari Global Freedom Network, Andrew Forrest menyampaikan harapannya bahwa rencana kegiatan Deklarasi Bersama Pemuka Agama Melawan Perbudakan Modern di seluruh penjuru dunia bisa dilaksanakan, untuk itu perlu kerjasama dari seluruh pihak dalam hal ini di Indonesia bersama Pemuka Agama.
Adrew Forrest mengatakan, hal yang sama juga sudah dilaksanakan di beberapa negara seperti: Vatikan pada 2 Desember 2014; Australia pada 2 Desember 2015; New Delhi dan India pad 3 Desember 2015. Untuk di Indonesia rencana kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal, 14 Maret 2017.
Deklarasi ini dimaksudkan sebagai upaya baik untuk menghapuskan perbudakan modern di seluruh penjuru dunia untuk selama-lamanya. Untuk itu perlu dukungan dari seluruh pemuka agama. Harapan yang mendasar adalah setiap individu manusia ditakdirkan untuk hidup sejahtera dalam kesetaraan dan persaudaraan baik perempuan, laki-laki, anak-anak maupun dewasa. Sehingga tidak ada lagi permasalahan seperti perbudakan dalam bentuk perdagangan manusia, kerja paksa dan kejahatan lain terkait dengan nilai-nilai kemanusiaan. Untuk hal tersebut perlu disuarakan dan gerakan dari kita semua.
Sebagai tindaklanjut, rencananya akan dilakukan penandatangan deklarasi pada tanggal 14 Maret 2017.
Hadir dalam deklarasi, Andrew Forrest (Global Freedom Network); Elizbeth Morris (Global Freedom Network); Prof. Firmanzah, Ph.D. (Rektor Universitas Paramadina); Pipip A. Rifai Hasan (Universitas Paramadina), Perwakilan PHDI, Sekretaris Bidang Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Ketut Budiawan, SH., M.Fil.H; Pemuka Agama dari WALUBI; Pemuka Agama dari MATAKIN; Pemuka Agama dari KWI; dan Pemuka Agama dari PGI.
Oleh: admin