Gebyar Lomba GERMAS dan PHBS di Pura Se Jabodetabek


(Foto: Tim Pembina GERMAS dan PHBS foto bersama dengan umat Hindu di Tigaraksa, hadir Koordinator Bidang Bhakti Sosial dan Kesehatan Panitia Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940, drg. Nyoman Suartanu, MAP)

Jakarta – Sejumlah kegiatan diselenggarakan Panitia Nasional dalam rangka menyambut hari raya Nyepi Tahun Baru Saka 1940 yang jatuh pada 17 Maret mendatang. Mulai dari bhakti sosial, penanaman pohon dan penghijuan, yoga massal, donor darah, pengobatan gratis hingga pergelaran lomba Gerakan Masyarkat Hidup Sehat (GERMAS) serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Pura dan Pasraman, pada Minggu, 4 Maret 2018.

Kegiatan lomba serta pembinaan GERMAS dan PHBS merupakan kegiatan Panitia Nasional Bidang Bhakti Sosial dan Kesehatan yang di koordinatori drg. Nyoman Suartanu, MAP beserta tim. Saat dihubungi melalui pesan mesengger Whatsapp (WA), Nyoman Suartanu mengatakan, lomba serta pembinaan GERMAS dan PHBS merupakan bagian dari kegiatan Panitia Nasional Nyepi dan Dharmasanti.

“Ini bagian dari menggerakan dan memberdayakan umat dalam mewujudkan tujuan umat Hindu yang sehat, kuat, sejahtera, dan mandiri,” kata Nyoman Suartanu yang juga merupakan Ketua Badan Kesehatan dan Kesejahteraan PHDI Pusat.

Nyoman Suartanu menambahkan, kegiatan lomba dan pembinaan dilakukan satu tahun sekali yang dilaksanakan secara paralel, berkesinambungan, dan dapat mengefort (daya dorong untuk mencapai keberhasilan) kegiatan PHDI dengan tujuan jangka panjang. “Jadi kegiatan ini tujuannya jauh ke depan, bukan kegiatan satu kali saja atau setahun sekali. Kegiatan dalam rangka Nyepi ini harus bisa memperkuat kegiatan yang dilakukan PHDI. Tentu menjadi kebutuham kita bersama-sama untuk bergerak bersama menuju masyarakat yang sehat, kuat, dan mandiri,” tuturnya.

Ada beberapa kriteria yang menjadi penilain dari Tim Pembina GERMAS dan PHBS. Pertama meliputi aspek organisasi yaitu management dan sistem perencanaan dalam pengelolaan Pura dan Pasraman. “Kemudian aspek kesehatan liingkungan yang meliputi kebersihan Pura dan Pasraman dari sampah. Ketiga aspek sarana PHBS dan media KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi). Keempat aspek penampilan, pengetahuan, sikap, dan perilaku dalam kebersihan dan kesehatan baik untuk Pinandita maupun Sarati Banten, sampai dengan cara proses pembuatan tirtha yang mengacu pada bersih, sehat, dan suci,” jelasnya.

Aspek yang kelima yaitu PHBS di Pasraman yang dilaksanakan dengan melihat kebersihan dan kesehatan kelas, sarana dan prasarana (MCK)  sampai dengan pelatihan dokter kecil untuk pasraman.

Nyoman Suartanu mengatakan, tujuan dari kegiatan lomba GERMAS dan PHBS secara jangka panjang adalah menuju kepada peradaban Hindu yang lebih baik karena menyangkut sumber daya manusia dan pemberdayaan umat yang lebih efektif. Mengapa Pura dan Pasraman, menurut Nyoman Suartanu, Pura dan Pasraman merupakan tempat transformasi nilai perubahan ke depan mulai dari hal yang fundamental basik yaitu dari kesehatan, kebersihan, dan kesucian.

“Pikiran dan hati yang menjadi bersih, akalnya sehat dan perilakunya yang suci. Berbagai aspek ini adalah amanat dari ajaran Tri Kaya Parisuda (berpikir, berbicara, dan berbuat), itu yang harus kita mulai dari Pura dan Pasraman,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Nyoman Suartanu mengatakan, bahwa Pura umat Hindu yang ada di luar Bali tidak hanya berfungsi sebagai tempat sembahyang, tapi untuk berbagai aktifitas dari fisik maupun rohani, dari aktifitas raga maupun jiwa. Selain itu, di Pura juga biasanya digunakan sebagai tempat mesimakrama seperti arisan, dharma tula, dharma wacana, diskusi seminar dan lain sebagainya.

“Kemudian Pasraman merupakan tempat berkumpulnya anak-anak dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) sampai tingkat menengah ke atas (SMA). Selain itu, Pasraman juga sebagai tempat tumbuh kembang anak baik raga maupun jiwa melalui pendidikan yang berkualitas. Pendidikan kesehatan sangatlah penting diajarkan sejak awal dan para guru harus menjadi tauladan,” ujarnya.

Sudah Terlaksana
Koordinator Bidang Lomba GERMAS dan PHBS Ni Made Jendri, SKM., M.Si mengatakan, PHDI dan SDHD Kemenkes R.I. tahun lalu pernah menggelar Lomba PHBS di Pura se DKI Jakarta. Adapaun yang menjadi pemenang pada saat itu  yaitu juara satu Pura Aditya Jaya Rawamangun, juara dua Pura Agung Widya Mandala, dan juara tiga Pura Dalem Purnajati Tanjung Priok.

Tahun ini sebanyak 26 Pura se-Jabodetabek yang dilibatkan dalam kegiatan lomba serta pembinaan GERMAS dan PHBS. “Lomba tahun ini dilakukan penilaian secara serentak di 26 Pura. DKI Jakarta sebanyak 12 Pura, di Jawa Barat sebanyak 9 Pura, di Tangerang 5 Pura, dan 1 Pura dari Banten. Pura-pura tersebut merupakan Pura yang sudah menjadi kelompok binaan GERMAS dan PHBS tahun 2017,” ungkapnya.

Khusus untuk Tim Pembina, kata Made Jendri, panitia melibatkan kurang lebih 50 orang baik dari Badan Kesehatan PHDI Pusat, Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Umat, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dan para kader-kader yang sudah mendapat pembinaan pada orientasi dan fasilitasi. Menurut Made Jendri, masyarakat sangat antusias mengikuti dan hal ini terbukti dengan sudah diterapkannya GERMAS dan PHBS di semua Pura.

“Semua Pura dan Pasraman juga sudah menerapkan program PUTAR (Pura Tanpa Asap Rokok), melaksanakan yoga rutin setiap minggu, dan tersedianya sarana dan prasarana penunjang PHBS. Dari wawancara dengan Pengurus Pura, para Pinandita, dan umat, hampir semuanya sudah pernah mendapatkan informasi tentang GERMAS dan PHBS. Jadi GERMAS dan PHBS sudah mulai membumi di Pura dan Pasraman,” terangnya.

Selain itu, kata Made Jendri, Tim Pembina juga menemukan hal-hal positif dan inovasi-inovasi baru yang dilakukan oleh Pengempon Pura. “Kami menemukan adanya hal positif dan inovasi baru dari Pengurus Pura dan Pasraman seperti adanya Duta Cilik Anti Rokok yang menjadi Pecalang Rokok. Ada Pura yang penerapan Rsi Yadnya secara baik misalnya memberikan transport kepada Pinandita setiap bertugas, membelikan baju baru setiap piodalan. Dan masih banyak lagi ditemukan inovasi dan terobosan PHBS di Pura,” ujarnya.

Made Jendri menambahkan, hasil penilaian Lomba GERMAS dan PHBS akan diumumkan saat pelaksanaan kegiatan Saka Yoga Festival di Lapangan Kempa I Garuda Buperta Cibubur pada tanggal 25 Maret 2018. Masing-masing Pura dan Pasraman yang mendapat juara satu sampai delapan besar akan mendapatkan uang pembinaan serta apresiasi dari Panitia Nasional Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1940.

“Bocoran uang pembinaan untuk peserta yang mendapat juara satu akan diberikan sebesar 5 juta rupiah, juara dua 3 juta rupiah, juara tiga 2 juta rupiah, dan untuk delapan besar akan diberikan masing-masing 1 juta rupiah,” pungkasnya.

Berikut beberapa foto-foto pelaksaan lomba serta pembinaan GERMAS dan PHBS di Pura se Jabodetabek:


(Foto: Tim Pembina GERMAS dan PHBS di Pura Aditya Jaya Rawamangun)


(Foto: Tim Pembina GERMAS dan PHBS di Pura Dharma Sidhi Karya Ciledug)


(Foto: Tim Pembina GERMAS dan PHBS di Pura Amerta Jati Cinere)


(Foto: Tim Pembina GERMAS dan PHBS di Pura Angkasa Amertha Dharma Jati Atang Sanjaya, Bogor)


(Foto: Tim Pembina GERMAS dan PHBS di Pura Kertha Kaya Tangerang, Banten)


(Foto: Tim Pembina GERMAS dan PHBS di Pura Wira Satya Bhuana Tanah Abang)


(Foto: Tim Pembina GERMAS dan PHBS di Pura Dalem Purnajati Tanjung Puri, Cilincing)


(Foto: Tim Pembina GERMAS dan PHBS di Pura Tri Buana Agung, Depok)


(Foto: Tim Pembina GERMAS dan PHBS di Pura Agung Tirtha Bhuana, Bekasi)

Oleh: admin