
Semarapura - Serangkaian piodalan dam karya aci pangenteg jagat di Pura Gelap. Kesakih, Karangasem, yang jatuh pada Purnama Karo, Kamis (30/7) ini, Pemkab Klungkung mengelar upakara mapepada, Rabu (29/7) kemarin.
Upakara mapepada dihadiri Wabup Made Kasta, SKPD, dan sejumlah PNS di lingkungan Pemkab Klungkung. Upakara yang bertujuan menyucikan wewalungan (binatang) yang dipakai sarana piodalan ini. dipuput Ida Pedanda Gede Putra Abyan dari geria Manduang, Klungkung.
Piodalan diawali persembahyangan bersama. Setelah itu mapurwa daksina. Wewalungan yang dipakai sarana upakara di antaranya kerbau, kambing, angsa, bebek, dan ayam. Upakara purwa daksina dilakukan dengan mengelilingi semua pelinggih yang ada di Pura Gelap, diakhiri dengan menyucikan hewan yang akan dipakai korban.
Salah seorang panitia Dewa Ketut Soma mengatakan, persiapan karya di Pura Gelap dilakukan sejak 16 Juli lalu tepatnya saat Manis Galungan. Sebelum upakara mapepada, dilakukan prosesi nedunang Ida Batara di masing-masing palinggih yang dilaksanakan Selasa (28/7) sore.
Upakara nedunang Ida Batara di Pura Gelap dihadiri Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Wakil Bupati Made Kasta. Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD), dan SKPD di jajaran Pemkab Klungkung Puncak piodalan dilangsungkan Kamis ini, sedangkan nyejer di Pura Gelap selama tiga hari.
Sumber: Koran Bali Post, Kamis Kliwon, 30 Juli 2015