Ketua PHDI Kab. Bangli Minta Polisi Selektif Tertibkan Arak

Bangli - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Polres Bangli menggelar rapat koordinasi (rakor) bersama Forkompinda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) serta sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Bangli di ruang pertemuan Polres Bangli, Senin (19/12). Dalam rakor tersebut sejumlah masukan dan saran disampaikan para peserta rapat. Salah satunya meminta Polres Bangli untuk menerbitkan miras jenis arak secara selektif.

Saran tersebut disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli, Nyoman Sukra. Ia mengatakan penerbitan arak harus selektif karena minuman beralkohol jenis ini juga dibutuhkan untuk kepentingan upacara agama oleh umat Hindu. "Kami harapkan bisa diterbitkan dengan selektif. Kalau ada pedagang yang yang menjual untuk anak muda mabuk-mabukkan silahkan ditertibkan. Kami sangat mendukung itu," terangya.

Selain itu, Sukra memberikan masukan dalam persembahyangan hari Natal tidak menghadirkan umat dari luar Bangli dalam jumlah yang banyak. Sebab bisa jadi tujuannya belum tentu murni untuk sembahyang. Demikian juga soal petasan pihaknya berharap agar ditertibkan.

Ketua MMDP Kabupaten Bangli Nenga Rijasa meminta Polres Bangli untuk melibatkan pecalang dalam pengamanan perayaan tahun baru dengan menyurati kepada pecalang di masing-masing desa. "Dalam rapat koordinasi berikutnya juga saya harapkan pecalang bisa dilibatkan," ujarnya.

Wagub Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menyampaikan, jelang  perayaan Nataru, pihaknya secara intens terus melakukan koordinasi dengan pihak keamanan serta tokoh masyarakat. Untuk meminimalisir hal-hal yang dapat mengganggu pelaksanaan perayaan, akan dikeluarkan Surat Edaran (SE) Bupati Bangli yang akan mengatur aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan Nataru.

Ada delapan poin penting yang ditekankan pada surat edaran tersebut. Pertama, camat, kepala desa, bendesa, klian adat/dinas diminta agar mengatur dan mengawasi pelaksanaan tahun baru di wilayahnya masing-masing. "Setelah edaran ini disampaikan, kita minta masyarakat bisa mematuhinya sehingga pelaksanaan Nataru di Bangli berlangsung aman," ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Bangli AKPB Danang Beny K, menjelaskan tujuan rakor ini adalah untuk memberikan gambaran kepada peserta sejauh mana kesiapan pelaksanaan Operasi Lilin Agung 2016 dalam rangka pengamanan perayaan Nataru. "Tujuannya sebagai bahan masukan guna menentukan langkah-langkah kebijakan selanjutnya dan sinergisitas dalam memelihara harkamtibnas di wilayah Bangli," ujarnya.

Pihaknya juga mengaku akan segera mengeluarkan SE untuk mengatur aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan Nataru ke seluruh desa dan banjar.

Source: Balipost, Selasa Wage 20 Desember 2016