
Denpasar - Pada perayaan Galungan, Rabu (15/7/2015) ini, umat Hindu Bali masih tetap memadati area Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Bali, untuk bersembahyang.
Sembahyang Galungan dilangsungkan sejak pukul 07.00 Wita dan akan berlangsung hingga malam hari.
Mangku Nyoman Yasantara, satu diantara anggota ikatan pemangku di Pura Agung Jagatnatha mengatakan, bahwa hari raya Galungan bermakna sebagai hari kemenangan Dharma yang melawan Adharma.
Adharma adalah sifat buruk yang ada di dalam diri manusia, kemudian saat Galungan inilah Dharma atau kebaikan dalam diri manusia berusaha untuk memerangi keburukannya.
"Momen hari raya Galungan ini adalah mensyukuri keselamatan alam dan mencegah bencana alam di Indonesia, khususnya di Bali ini semoga tidak ada bencana besar. Tujuan dari Galungan ini supaya kita semua mendapatkan keselamatan," ujarnya.
Lanjutnya, hari raya Galungan tahun ini, juga menjadi pengingat bagi umat Hindu dalam melakukan introspeksi diri. Termasuk dalam upaya agar bisa mengurangi kesalahan-kesalahan yang telah dilakukan sebelumnya.
"Selain itu, pada Galungan masyarakat juga memohon petunjuk kepada Tuhan karena semuanya kembali kepada Tuhan, serta memohon keselamatan alam dan manusia. Semua ciptaan Tuhan di dunia ini harus selamat," tuturnya.
Ribuan umat Hindu berdatangan ke Pura Agung Jagatnatha bersama seluruh keluarga dengan mengenakan pakaian adat Bali serta membawa berbagai macam sesajian untuk sarana sembahyang sebagai ucapan syukur kepada Tuhan di hari kemenangan ini.
Kepadatan terlihat sejak pagi di Jagatnatha dan akan semakin padat tatkala malam hari.
Sumber: tribunbali.com