Pembentukan Pengurus Prajaniti Kabupaten Kolaka

Kolaka - Menyikapi hasil Loka Sabha Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 26 Maret 2016 lalu di Kendari menghasilkan beberapa keputusan penting, diantaranya mengesahkan dan melantik dan mengukuhkan pengurus lembaga keumatan periode 2016-2021, seperti pengurus PHDI Prov. Sultra, Sanggraha Pinandita Nusantara (PSN) Prov. Sultra, Prajaniti Sultra, dan Ikatan Cendikiawan Hindu Indonesia (ICHI) Sultra. Setelah tiga bulan berselang, maka pengurus Prajaniti Sultra yang diketuai Dr. Dewa Putu Ardika telah membentuk dan melantik pengurus Prajaniti Kabupaten Kolaka, setelah sebelumnya juga mengukuhkan pengurus Prajaniti Kabupaten Konawe.

Untuk di Kabupaten Kolaka sejak tanggal 5 Juni 2016 bertempat di rumah Ketut Arjana, S.E., telah diadakan rapat di jajaran pengurus PHDI Kabupaten Kolaka dengan penyusun panitia pembentukan pengurus Prajaniti Kabupaten Kolaka yang diketuai Suparji, M.Pd. Kemudian panitia yang telah terbentuk mengadakan pertemuan di balai desa Peoho yang dihadiri oleh pengurus PHDI tingkat kecamatan dan tokoh-tokoh umat Hindu diempat kecamatan Kolaka. Pada pertemuan itu dihasilkan kesepakatan mencalonkan Nengah Darma dan Komang Wiryana sebagai ketua Prajaniti Kabupaten Kolaka.

Pemilihan ketua Prajaniti Kabupaten Kolaka berlangsung pada 11 Juni 2016 di Desa Peoho. Terpilih sebagai ketua adalah Nengah Darma yang kemudian dilengkapi susunan pengurus lain, yaitu Wakil Ketua: Wayan Kampiasa, Amd., Sekretaris: Made Mastika, S.H., Bendahara: Herman, S.Pd., dan dilengkapi dewan penasihat dan beberapa ketua bidang. Pengurus Prajaniti Kabupaten Kolaka periode 2016-2021 tersebut langsung dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Prajaniti Prov. Sultra, dr. Dewa Putu Ardika. Ardika merupakan sosok pengabdi umat yang mau bekerja keras untuk memajukan umat Hindu Sultra. Sejak tiga bulan menjabat sebagai ketua Prajaniti Sultra pihaknya sudah berhasil menghimpun dana punia sebesar Rp. 30 juta, sehingga tidak perlu lagi memungut iuran dari umat Hindu.

Prajaniti Sultra dalam masa kerja lima tahun ke depan memiliki tujuh pilar program, yaitu (1) pembentukan dan pembangunan koperasi umat Hindu, (2) merintis pembentukan badan usaha ekonomi umat, (3) pelantikan kewirausahaan umat Hindu, (4) pendirian yayasan pendidikan Hindu, (5) pendirian Sekolah Hindu dan STAH, (6) pendirian klinik dan rumah sakit, (7) penyiapan kader Hindu dilegislatif dan eksekutif.

Dr. Dewa Ketut Putu Ardika adalah sosok yang mau bekerja keras untuk kepentingan umat Hindu. Selain sebagai dokter ahli bedah, ia juga punya sebuah rumah sakit, juga yayasan yang bergerak dibidang  pendidikan dan ekonomi. Memang beliau lahir dilingkungan keluarga pemimpin, yaitu ayahnya di Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali, adalah seorang prebekel dan penulis pernah tinggal di desa itu sehingga tahu persis ayahnya.

Source: Majalah Raditya Edisi 229