
Ambon - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Maluku menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan dan Kepinanditaan di Hotel Elizabeth, Kota Ambon, pada Minggu, 30 April 2017.
Diklat Kepemimpinan dan Kepinanditaan berlangsung selama dua hari (30 April - 1 Mei) yang dikikuti 65 orang peserta yang terdiri dari; Pengurus PHDI Provinsi Maluku, Pengurus PHDI Kabupaten/Kota, Pengurus PHDI Kecamatan, Pengurus PHDI Desa, Pinandita se-Provinsi Maluku, dan Lembaga/Organisasi Keagamaan Hindu di Maluku.
Adapun tema yang diangkat yaitu "Membangun Pemimpin dan Pinandita yang Satya, Berprestasi untuk Kejayaan Hindu di Provinsi Maluku". Diklat dibuka langsung Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tanaya. Dalam sambutannya, Wisnu Bawa Tenaya menekankan bahwa seorang pemimpin harus seperti Panca Pandawa. "Pemimpin harus bermoral, berani, cerdas, dan bijaksana," ujarnya.
Kegiatan Diklat Kepemimpinan dan Kepinanditaan diisi tiga orang narasumber. Narasumber yang pertama yaitu Dr. Saidin Ernas dengan materi "Pemimpin Yang Humanis". Dr. Saidin adalah seorang dosen IAIN Ambon. Narasumber kedua yaitu Ketua Bidang Hubungan Internasional Pengurus Harian PHDI Pusat, Dr. I Nyoman Marpa, SE., MM., MBA., dengan materi "Membangun Organisasi dengan Kepemimpinan Tingkat 5". Narasumber yang ketiga yaitu Ketua Umum Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN), Jero Mangku I Wayan Rajin dengan materi "Kepinanditaan".
Ketua Pengurus Harian PHDI Provinsi Maluku, I Nyoman Sukadana mengatakan, latarbelakang dari penyelenggaraan kegiatan Diklat Kepemimpinan dan Kepinanditaan yaitu lemahnya pengelolaan organisasi dan minimnya sumber daya yang ada membuat peran, tugas, dan fungsi lembaga (PHDI) menjadi tidak maksimal. Selaian itu, masih beragamnya pemahaman Pinandita sebagai pemimpin rohani umat yang berakibat tata cara memimpin upakara/upacara (Panca Yadnya) menjadi seperti tidak memiliki pedoman baku.
Kegiatan Diklat Kepemimpinan dan Kepinanditaan berlangsung sangat dinamis dan peserta sangat aktif terutama ketika Jero Mangku I Wayan Rajin memberikan materi karena memang banyaknya perbedaan-perbedaan dan pemahaman para Pinandita.
Adapun anggaran yang digunakan mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi kegiatan diambil dari kas yang dimiliki PHDI Provinsi Maluku.
Oleh: admin
Source: PHDI Provinsi Maluku