Pura Batu Panes

Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes terletak di wilayah Banjar Adat Belulang Desa Mengesta, Penebel, Tabanan. Lokasi pura ini hanya berjarak 16 km dari pusat Kota Tabanan dan sekitar 37 km dari Kota Denpasar. Pura ini merupakan jajaran pura yang mempunyai hubungan erat dengan Pura Luhur Batukaru.

Sejarah Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes sampai saat ini belum diungkap secara lengkap dan jelas, namun lewat peninggalan-peninggalan sejarah yang ditemukan, Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes diperkirakan dibangun pada zaman batu baru atau neolitikum. Ini dilihat dari struktur bangunan pura yang terdiri atas batu-batu yang sudah halus dengan struktur unden berundak. Selain itu juga didukung dengan penemuan lingga, yoni, serta arca Dewa Siwa dan Durga yang terbuat dari batu.

Piodalan Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes jatuh setiap Buda Kliwon Wuku Gumbreg. Berdasarkan penanggalan tersebut, maka piodalan ini akan jatuh pada 10 Juni 2015 mendatang.

Perbekel Mengesta, I Nengah Sudana, didampingi Penasihat Pura, Wayan Sukantra dan I Nengah Suarsa, memaparkan, dengan bukti-bukti yang ditemukan, Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes dibangun untuk mewujudkan bakti pada Siwa Pasupati.

"Pura ini di-sungsung oleh subak dan sebagai tempat memohon kemakmuran dan kesuburan," ujar Sudana.

Struktur Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes mempergunakan struktur Loka Pala atau Nyatur Desa yang mengikuti komposisi empat arah mata angin atau Dikpalaka. Tata ruang palemahan (mandala) pura, dibagi menjadi tiga yaitu jeroan sebagai utama mandala, jaba tengah sebagai madya mandala, dan jaba tandeg/sisi sebagai kanista mandala. Di utama mandala terdapat 15 palinggih. Palinggih Ageng dengan struktur unden berundak merupakan pusat kahyangan. Sayangnya, keaslian pelinggih ini sudah dirombak total pada tahun 2012 karena kondisi pelinggih yang sudah miring.

Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes juga memiliki konsep Padma Catur Dala (Catur Lawa). Pura ini dikelilingi oleh empat pura antara lain Pura Batur Sari, Pura Puseh/Penunggangan Batu Ayar, Pura Dalem Kahyangan, dan Pura Taman Beiji Toya Panes.

Keunikan Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes terletak pada pa¬gar yang mengelilingi pura yang tidak berupa batu tetapi berupa kolam. Keunikan lain adalah pintu masuk ke utama mandala berada di barat daya. Hal ini memperkuat Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes sebagai pura meminta kemakmuran bagi pertanian. Oleh karena hal ini pula, Pemkab Tabanan melaksanakan upacara Nangluk Merana di Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes ini beberapa waktu yang lalu.

Pura Kahyangan Jagat Luhur Batu Panes juga memiliki sumber air panas yang dipercaya menyembuhkan segala macam penyakit.

Source: Koran Bali Post, Minggu Pon, 24 Mei 2015