Pura Kerta Kawat

Pura Kerta Kawat berada di wilayah Dusun Kerta Desa Bariyupoh Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng. Lokasinya strategis karena cukup dekat dengan Pura Pulaki.

Lingkungan di sekitar Pura Kerta Kawat terasa nyaman dikelilingi bukit dan pepohonan asri. Pura Kerta Kawat diketahui "memiliki kaitan historis erat dengan Pura Agung Pulaki, termasuk perjalanan suci dari Dhang Hyang Dwijendra.

Pemangku pengayah Dewa Komang Sudira (60) asal Dusun Sekar Desa Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng, mengatakan setiap Purnamaning Kapat katuran piodalan di Pura Agung Pulaki, pangelong pisan di Pura Khayangan Melanting/Pesanakan. Pengelong ping kalih piodalan di Pura Kerta Kawat, sedangkan pangelong katiga di Parahyangan Pemuteran. "Pura Agung Pulaki menjadi pusatnya, dan Pura Kerta Kawat menjad| bagian pesanakan Ida ring Pura Agung Pulaki. Sane malinggih ring Pura Kerta Kawat Ida Hakim Agung ring niskalal/pengadilan," ujar Dewa Komang Sudira.

Pura Kerta Kawat sempat dipugar 1966. Bangunan suci di dalamnya terdiri atas beberapa pelinggih utama berupa padma surya, palinggih jaksa agung, gedong untuk Ida Batara Hakim Agung, palinggih Ida Batara Panitra Agung, bale paruman, piasan, bale pawedan, bale genah wangi, bali pasandekan, kori agung, dan candi bentar. Sebanyk enam pemangku pengayak bertugas di Pura Kerta Kawat. Pura Kerta Kawat dikenal memiliki kaitan erat terhadap perjalanan suci Dhang Hyang Dwijendra.

Pamedek kebanyakan datang dari berbagai daerah, baik Denpasar, Badung, Gianyar, maupun Negara. Pura Kerta Kawat termasuk sebagai Dhang Khayangan Jagat, yang mana Ista Dewatanya berkaitan dengan perjalanan Dhang Hyang Dwijendra. Bangunan pura diperkirakan berdiri sejak ratusan tahun lalu. Dan baru satu kali dilakukan pemugaran di masa Gubernur Bali Dewa Made Serata, sekitar tahun 1996 lalu,"ucapnya.

Sumber: Koran Bali Post, Minggu Pon, 28 Juni 2015