Pura Paluang di Nusa Penida

Nusa Penida - Pura Peluang di Nusa Penida, Klungkung, terkesan unik. Dua dari sejumlah palinggih di pura itu berbentuk mobil. Ada "mobil" VW Kodok, ada pula berbentuk Jeep. Pemangku Pura Paluang Jero Mangku Sutawan menyatakan tak tahu persis sejarah Pura Paluang. Utamanya terkait adanya palinggih yang berbentuk mobil.

Jro Mangku Sutawan mengatakan, waraga setempat meyakini Ida Gede Ratu Sakti Hyang Mame yang bestana di Pura tersebut memiliki sebuah kendaraan beroda empat layaknya mobil. Apalagi setiap piodalan ada warga pengempon atau peyungsung karauhan dan meminta agar dibuatkan palinggih berbentuk mobil. "Karena sering terjadi kerauhan, maka dibuatkanlah palinggih tersebut. Tetapi sampai sekarang keberadaan pura tersebut. Tetapi sampai sekarang keberadaan pura tersebut masih belum diketahui kapan dibuat," ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Bendesa Pakraman Dwi Kukuh Lestari, I Wayan Partana. Menurut Partana, piodalan Pura Paluang jatuh pada rahina Sanisacara Tumpek Klurut. Sedangkan jumlah pengempon Pura Paluang sebanyak 105 KK.

Di aeral Pura Paluang terdiri atas dua pura diantaranya Pura Segara dan Pura Paluang. Di area Pura Paluang terdapat dua palinggih berbentuk mobil dengan ukuran yang berbeda. "Keunikan ini menjadi daya tarik pameddek atau tamu yang berkunjung. Karena hampir setiap hari ada pengunjung yang datang," ujarnya.

Pura ini terletak di bagian Selatan Nusa Penida persisnya di Dusun Karangdawa, Desa Bungamekar. Keberadaan pura ini mendapat perhatian Bupati Klungkung I Nyoman Suwitra. Disampingi Camat Nusa Penida I Ketut Sukla, Bupati Suwitra melaksanakan persembahyangan terakhir piodalan di pura setempat, Minggu (30/8) lalu.

Sebagai orang Nusa Penida, Bupati Suwitra mengaku sangat terkesan dengan keberadaan pura tersebut. Bahkan, Bupati Suwitra menilai keberadaan pura tersebut bisa menjadi salah satu destinasi wisata spiritual yang ada si Nusa Penida. Meski demikian, Bupati menyatakan miris melihat akses jalan menuju pura tersebut yang rusak parah. Apalagi kerusakan jalan ini terjadi diwilayah Pondokaha sampai Karangdewa. Bahkan di beberapa titik tinggal badan jalan saja. Dengan melihat kondisi ini, Bupati Suwitra berharap agar kondisi jalan menuju Pura Paluang mendapatkan prioritas untuk perbaikan.

"Jalan ini harus mendapat prioritas agar mempermudah dan memperlancar akses ke pura tersebut sebagai wisata spiritual," terangnya.

Sumber: Koran Bali Post, Selasa Pon, 1 September 2015