Rapat Kerja Pengurus Harian PHDI Pusat Tahun 2017


(Foto: (kiri ke kanan) Sekretaris Umum PH PHDI Pusat Ir. Ketut Parwata; Ketua Umum PH PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Winsu Bawa Tenaya; Ketua Bidang Organisasi PH PHDI Pusat I Wayan Suyasa).

Jakarta - Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2017 dengan melibatkan juga Yayasan, Badan, Lembaga, dan Tim yang berada di bawah Pengurus Harian PHDI Pusat. Rapat Kerja dilaksanakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 11-12 Februari 2017, di Hotel Amaris, Pancoran, Jakarta. Sesuai amanat konstitusi organisasi, Rapat Kerja dilaksanakan untuk menyusun Program Kerja sebagai turunan Program Umum yang ditetapkan Mahasabha XI di Surabaya.

Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya dalam arahannya menyampaikan, Rapat Kerja (Raker) Tahun 2017 merupakan rapat pertama semenjak Mahasabha XI bulan Oktober tahun 2016 lalu. Wisnu mengharapkan agar Raker ini menjadi tempat pembahasan program kerja dengan baik. "Jadikan Raker sebagai penyusunan program yang betul-betul sesuai kebutuhan umat Hindu, menjawab tantangan yang ada bagi kemajuan umat Hindu. Jangan membuat program kerja mengawang-awang, muluk-muluk tapi sulit dilaksanakan" ujarnya.

Wisnu Bawa Tenaya juga mengingatkan kepada Pengurus Harian PHDI Pusat berserta umat Hindu agar jangan terpancing dengan dimamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang belakangan ini terjadi. "Terkait persoalan kebangsaan yang belakangan ini mengemuka, jangan kita terpancing. Justru kita harus memberikan kontribusi dan solusi," ungkapnya.

Mantan Pangdam IX Udayana itu menambahkan, umat Hindu harus melakukan yang terbaik 'do the best', jangan 'de bes ajum' (jangan terlalu gaya, bahasa Bali). "Lakukan yang terbaik, 'do the best' bukan ‘de bes ajum’, ‘de bes belog’ (jangan terlalu bodoh),," ucapnya.

Wisnu juga mengharapkan lembaga keagamaan PHDI betul-betul bisa mengayomi umat serta bhisama-bhisama yang dihasilkan dapat diterapkan dengan baik. "Bhisama Parisada supaya betul-betul diterapkan dan dilaksanakan dengan baik oleh umat Hindu," ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Harian PHDI Pusat Ir. Ketut Parwata mengatakan dasar pelaksanaan Rapat Kerja ini adalah Hasil Mahasabha XI, dimana hanya menetapkan Program Umum dan memang tidak menetapkan Program Kerja (Proker). "AD/ART Parisada memang hanya menugaskan kepada forum mahasabha untuk membuat Program Umum saja, agar Proker lebih realistis dilaksanakan oleh Pengurus Harian. Ini berbeda dengan Mahasabha X enam tahun lalu. Proker itu dihasilkan melalui Mahasabha. Pengurus Harian hanya menjalakan saja," jelasnya.

Parwata mengatakan, pelaksanaan Raker ini sangat bagus karena dengan adanya Raker para Pengurus Harian PHDI Pusat dapat mengukur kemampuannya. Ia menyampaikan, Proker yang disusun pengurus nantinya harus realistis bukan hanya mimpi yang tidak mampu dilaksanakan.

Hadir dalam Rapet Kerja Tahun 2017, seluruh Pengurus Harian PHDI Pusat dan Ketua Yayasan, Badan, Lembaga, dan Tim yang dibentuk dan berada berada di bawah Pengurus Harian PHDI Pusat.

Berikut foto-foto kegiatan Rapat Kerja Pengurus Harian PHDI Pusat Tahun 2017:


(Foto bersama peserta Rapat Kerja Tahun 2017)


(Foto bersama peserta Rapat Kerja Tahun 2017)

Source: admin