
NEGARA - Puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Bali ke-27, Kamis (12/2/2015), dipusatkan di Gedung Mandopo Kasari, Negara. Kendati sederhana, peringatan berdirinya WHDI itu berlangsung semarak dengan berbagai acara dan kegiatan sosial.
Selain dihadiri para pengurus WHDI Pusat, kabupaten/kota hingga kecamatan di Jembrana, puncak acara juga dihadiri ratusan masyarakatcsekitar Mendoyo Kesari yang mengikuti pemeriksaan/pengobatan mata gratis. Para undangan yang merupakan pengurus WHDI pun ikut berpartisipasi mengisi acara tersebut. Seperti yang dilakukan Ny. Bintang Puspayoga, Ketua WHDI Bali, sebelum memberi sambutan dan laporan rangkaian kegiatan, istri Menteri Koperasi dan UKM, AA Puspayoga ini tampil sebagai “patus” (memimpin) sekaa Gong Wanita dari Kabupaten Badung.
Dalam sambutannya, Bintang Puspayoga di hadapan para undangan memaparkan cikal bakal hingga terbentuknya WHDI Pusat, Provinsi Bali hingga selanjutnya terbentuk di Kabupaten/Kota di Bali. Terkait Perayaan HUT WHDI, Ketua Umum WHDI Pusat, Ny. Rataya Kecana Wati Swisma mengatakan, sebagai organisasi sosial yang bernafaskan Hindu, WHDI diharapkan mampu meningkatkan peran dan kiprahnya segai garda terdepan dalam membina dan mendidik generasi muda bangsa. “Saya minta kepengurusan yang ada di setiap Propinsi, Kabupaten bahkan di kecamatan dan desa untuk lebih meningkatkan kekompakan dan kerjasamanya untuk memperkuat eksistensi organisasi sesuai amanat AD/ART. Tugas berat kita yakni membina dan mendidik generasi muda agar mampu berkepribadian dan berbudi luhur,” ujarnya.
Peringatan juga diisi dengan stand pameran berbagai produk unggulan kerajinan binaan WHDI masing-masing Kabupaten/kota di Bali berupa industri kerajinan rumah tangga hingga hasil pertanian. Puncak acara peringatan diisi dengan pemotongan tumpeng serta pembagian door prize serta berbagai hiburan tari-tarian dan kesenian khas Jembrana, seperti Jegog oleh sekaa Jegog Wanita.
Source: Bali Post, 12 Februari 2015