Tokoh Agama NTB Tandatangi Ikrar Bersama Terkait Kerukunan Umat Beragama


(Foto: Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), I Gede Mandra)

Mataram - Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh melepas ribuan orang peserta pawai kerukunan umat beragama di ruas jalan depan kantor Wali Kota Mataram dalam rangka peringatan Hari Amal Bhakti Kementerian Agama ke-71 tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat (6/12/2017).

Pawai yang diikuti sekitar 8.000 orang peserta itu merupakan perwakilan dari seluruh umat beragama di Kota Mataram, siswa-siswi serta guru-guru sekolah dan madrasah yang berada dalam naungan Kemenag RI, serta turut diramaikan oleh jajaran keluarga besar Kemenag Provinsi NTB.

Sebelum melepas peserta pawai, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, kerukunan umat beragama menjadi modal besar bagi Kota Mataram dalam melaksanakan pembangunan.

"Kota Mataram sebagai kota yang heterogen, dihuni oleh masyarakat dengan berbagai latar belakang baik suku maupun agama, dapat dikatakan telah berhasil dalam menjaga persatuan diantara keberagaman yang ada," katanya.

Menurutnya, meski dengan beragam perbedaan, masyarakat di Kota Mataram dapat tetap hidup berdampingan serta bertoleransi satu sama lain. "Bagi kita di Mataram damai itu sudah biasa, tapi kerukunan umat beragama harus terus dipupuk dan kembangkan serta perlu untuk terus ditanamkan kepada anak cucu kita," katanya.

Kegiatan pawai kerukuan umat beragama itu diawali dengan pembacaan penyataan atau ikrar bersama antara tokoh-tokoh agama di NTB.

Pernyataan bersama itu berisi tekad untuk bersama-sama memelihara kerukunan umat beragama berlandaskan rasa toleransi, menjaga kedamaian dalam bingkai kebhinekaan, dan mengayomi serta membimbing umat masing-masing agama dengan tidak menolerir segala bentuk penistaan terhadap setiap agama.

Ikrar itu ditandatangani oleh Ketua MUI NTB H Saiful Mukmin, Ketua PHDI NTB I Gde Mandra, Ketua Dekenat NTB Rm Lourensius Marnyon, Ketua FKGK NTB Pdt Suwardi, Ketua MBI NTB Metawadi, dan Ketua Matakin NTB S Widjanarko.

Source: antaranews.com