Tujuh Selonding Berkarat Ditemukan di Dalam Guci Tua

Singaraja - Benda-benda bersejarah cukup banyak ditemukan di Buleleng. Sayangnya, benda-benda temuan itu tidak dicatatkan di lembaga terkait sebagai hasil temuan oleh masyarakat. Belum lama ini, warga di Dusun Sekar Sari Desa Selat Kecamatan Sukasada Buleleng, tanpa sengaja menemukan tujuh batang alat musik selonding. Bahkan, benda bersejarah itu ada di dalam sebuah guci. Diduga benda itu berumur ratusan tahun. Akibat tidak tahu harus dibawa ke mana dan mengadu kepada siapa, warga itu memilih menyimpan benda bersejarah tersebut di rumahnya.

Perjalanan menuju rumah I Ketut Nada (70), penemu benda bersejarah itu, relatif jauh. Bukan saja harus melewati jalan menanjak, juga berliku. Bahkan, tanjakannya cukup tajam. Dikisahkan, suatu ketika, ia tidak sengaja menemukan benda unik di kebunnya. Sebelumnya, ia hendak menanam bibit pohon cengkeh. Cangkulnya dihentikan sejenak, karena menyentuh benda keras itu. Setelah dilihat secara teliti benturan keras itu lantaran mengenai guci. Akibat hantaman cangkul itu, guci jadi retak. Di dalam guci itu ditemukan tujuh batang besi tua, bekas alat musik selonding. Alat alat itu tampak penuh karatan.

"Tidak ada perasaan khusus saat menemukan benda bersejarah itu. Saya temukan di kedalaman 40 centimeter. Awalnya di tanah yang saya cangkul itu. untuk menanam bibit cengkeh. Sebetulnya sudah lima bulan lalu, guci dan alat selonding itu saya temukan. Sejak itu, saya simpan di rumah saja. Totalnya ada tujuh besi berkarat. Besi-besi itu memang seperti alat musik selonding. Alat itu terkumpul jadi satu di dalam guci tua," ujar Nada Minggu (31/5), seperti dilansir koran Bali Post, Senin Umanis, 1 Juni 2015.

Nada yang ditemani istrinya, Ni Ketut Sugindri (70), menyatakan tidak ingin benda bersejarah itu diminta pemerintah. Pasalnya, ia meyakini selama lima bulan berjalan, tidak ada kejadian mengganjal di rumahnya. Benda bersejarah itu dipercaya sebagai titipan leluhurnya. Dia bahkan sempat memangil orang pintar, menanyakan perihal benda itu dan apa harus dilakukan.

Soal itu, kata orang pinter yang diminta rekomendasinya, diserahkan pada dirinya. "Diperkirakan, benda ini sudah mencapai umur ratusan tahun," ujarnya

Tujuh buah batang besi tua berkarat itu berisi lubang kecil di bagian bawah dan atasnya. Diperkirakan, lubang itu berfungsi sebagai pemacek atau lokasi meletakkan batang bambu. Batang bambu itu sebagai penyangga besi alat musik selonding. Sedangkan guci tua itu didominasi warna cokelat tua. Sama sekali tidak berisi identitas ukiran khas Bali. Nada mengaku di Desa Selat, tidak pernah ada temuan atau sejarah pembuatan selonding pada masa lampau.

"Tidak ada sejarah membuat gamelan di sini, komunitas di desa ini lebih banyak petani," tandasnya.