Tumpek Kandang, Ritual Bagi Keselamatan Hewan

Denpasar - Bali meraih penghargaan sebagai pulau terbaik sebagai tujuan wisata menurut Trip Advisor. Pulai Dewata ini ada di urutan pertama untuk wilayah Asia, dan nomor lima terbaik tingkat dunia.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada TripAdvisor untuk pengakuan ini. Kami mengundang wisatawan seluruh dunia untuk datang mengeksplorasi lebih jauh keindahan pulau-pulau ini," ujar Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, dikutip Tempo.

Selain memiliki beragam objek wisata, tradisi yang ada di masyarakat Bali pun menarik untuk diikuti. Bila akhir bulan ini Anda akan berkunjung ke Bali, jangan lupa untuk mampir sejenak melihat ritual Tumpek Kandang.

"Tepat bulan April, ini budaya Bali yang sangat unik dan wisatawan akan banyak yang datang dan menikmati. Walaupun ini hanya sekadar tradisi terhadap binatang peliharaan, namun begitu indah jika diikuti ritualnya," ujar Kepala Dinas Pariwisata AA Gede Agung Yuniartha, kepada Pikiran Rakyat.

Tumpek Kandang ini semacam acara syukuran, selamatan, atau tanda terima kasih masyarakat kepada semua hewan. Akan ada juga upacara keagamaan untuk meminta keselamatan dan perlindungan untuk semua hewan.

Walau bagaimana pun, kehadiran hewan sangat membantu kehidupan manusia. Misalnya saja sapi, tenaganya diperlukan manusia untuk bekerja di sawah, susunya bermanfaat untuk kesehatan, bahkan kotorannya digunakan untuk menyuburkan tanaman. Pada dasarnya, semua hewan yang hidup di dunia ini bisa diikuti dalam upacara ini. Tak terbatas pada hewan ternak atau peliharaan semata.

Tradisi Tumpek Kandang yang diilakukan pada Sabtu Kliwon Wuku Uye menurut perhitungan kalender Bali-Jawa ini juga memiliki makna pemberian kesucian terhadap hewan peliharaan masyarakat agar memberikan kesejahteraan bagi manusia.

Ritual dimulai dengan mengantarkan sesajen kepada dewa penguasa satwa yakni Sang Hyang Rare Angon sebagai perwujudan Dewa Siwa. Pemuka agama setempat tak lupa berdoa meminta keselamatan seluruh hewan.

Selain untuk hewan, Tumpek Kandang juga jadi momen untuk manusia agar dapat menyucikan diri, serta menetralkan kekuatan-kekuatan binatang di dalam diri. Ini karena dalam kita kerap mengonsumsi hewan sebagai makanan sehari-hari.

"Mengonsumsi daging hewan sedikit banyak membawa pengaruh terhadap tabiat, sifat dan karakter manusia," ujar Dr I Ketut Sumadi, Direktur Program Doktor Ilmu Agama Pascasarjana Institut Hindu Dharma Indonesia Negeri (IHDN) Denpasar.

Tradisi Tumpek Kandang akan berlangsung pada 30 April 2016 di seluruh desa-desa di Pulau Dewata. Kita juga dapat melihat kegiatan ini di Bali Zoo, Singapadu, Kabupaten Gianyar. Nantinya, beberapa satwa akan dikeluarkan dari penangkaran untuk diupacarai di antaranya gajah, siamang, owa jawa, beruang madu, dan binturong.

"Kami harus mengikuti budaya ini dari tahun ke tahun, dan pasti kami lakukan rutin," ujar Public Relations Executive Bali Zoo, Emma Kristiana Chandra.

Source: beritagar.id