Hadiri Dharma Santi Nyepi, Gubernur Sultra: Perbedaan Itu Indah

 

Kendari - Umat Hindu Provinsi Sulawesi Utara (Sultra) menyelenggarakan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Saka 1939 di Wantilan Pura Penataran Agung Jagadhita Kota Kendari, Rabu 10 Mei 2017 malam.

Gubernur Sultra, Dr. H. Nur Alam, SE., M.Si dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah berkomiten untuk memperkuat sikap toleransi dalam kehidupan beragama. Gubernur Nur Alam mengatakan, melalui pelaksanaan Dharma Santi ini, diharapkan umat sedharma dapat berkumpul dalam upaya membangun hubungan yang harmonis antar umat dalam menghadapi tantangan di masa depan dan mengingatkan pentingnya hubungan antar sesama manusia.

"Mari kita jadikan kegiatan ini untuk saling memahami dan memaknai satu dengan yang lain demi menuju kebersamaan. Karena hidup itu indah bersama," kata Gubernur Nur Alam.

Menurut Gubernur Nur Alam, komitmen nasional dalam kehidupan beragama tidak perlu ada yang dipertentangkan dan dipersoalkan, semua agama punya hak yang sama sebagai anak bangsa, oleh karenanya sesama umat manusia tidak boleh saling mengganggu.

"Kita tidak boleh saling menyakiti, kita wajib memandang semua makhluk adalah sama, ajaran agama menuntut kedamaian, mewujudkan sikap toleransi antar beragama perbedaan adalah suatu keindahan," tuturnya.

Pada Peringatan Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1939 di Provinsi Sultra, Gubernur Nur Alam berjanji tidak akan melepaskan umat Hindu dalam kehidupan Sultra ini. Untuk itu sebagai oleh-oleh terkahit sebelum masa jabatannya berakhir, kedepannya dia akan menyelenggarakan kegiatan dalam skala besar bagi umat Hindu.

Kegiatan itu sejalan dengan program Pemprov yaitu Sultra Beribadah. Ini bertujuan sebagai bentuk penguatan rohani kearah yang lebih baik demi memajukan kesejahteraan masyarakat Sultra.

Sementara itu, Direktur Urusan Agama Hindu Kementerian Agama RI, Drs. I Wayan Budha. M.Pd mengatakan pelaksanaan Dharma Santi sebagai upaya memperkuat toleransi, keharmonisan, dan kurukanan antar beragama berbangsa dan bernegara.

"Dharma Santi bertujuan untuk mencapai kedamaian dengan jalan yang benar, mewujudkan masyarakat yang harmonis, memanfaatkan fungsi peran agama sebagai landasan moral dan etika dan peduli melaksananakan pelayanan terhadap agama Hindu," tuturnya.

Selain itu, Wayan Budha mengharapkan kepada Pemerintah Sultra untuk meningkatkan perekonomian dan pendidikan khususnya bagi umat Hindu.

Ketua Umum Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya mengungkapkan umat Hindu memiliki komitmen mendukung program pemerintah yaitu mewujudkan pembangunan secara bersama-sama serta meningkatkan taraf pendidikan dengan cara membangun sekolah dan pura.

Winu Bawa Tenaya juga menegaskan umat Hindu berkomitmen dalam memberantas narkoba secara bersinergi dan mewujudkan kehidupan masayarakat, berbangsa, dan bernegara.

Dharma Santi Perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1939 Provinsi Sultra kali ini dihadiri umat Hindu dari keluarga besar Polda Sultra, Korem 143/Ho, Pemprov Sultra, Kota Kendari dan tokoh umat Hindu Sultra. Selain itu hadir pula mendampingi Gubernur Sultra H. Nur Alam, diantaranya Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh, Kadis Kominfo Kusnadi serta tokoh agama se-Sultra.

Source: http://rakyatsultra.fajar.co.id/