
Denpasar - Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar menggelar Wisuda XX di Hotel Aston Denpasar, Selasa 29 September 2015. Pada wisuda periode kedua tahun ini, IHDN wisuda 615 wisudawan. Para wisudawan ini diharapkan mampu mengisi kekurangan SDM terutama guru agama Hindu seluruh Indonesia.
"Wisuda tahun ini dilakukan dua kali yaitu bulan Mei dan September. Pada wisuda XX ini, 615 wisudawan itu terdiri dari tiga fakultas, termasuk program studi doktor," kata Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si.
Dengan jumlah alumni 8.000, Duija berharap SDM Hindu di Indonesia tidak ada lagi persoalan. Pasalnya beberapa daerah minim SDM terutama guru agama, sehingga kualitas agama Hindu semakin berkembang.
Ratusan wisudawan tersebut sudah siap terjun ke berbagai daerah untuk membantu meningkatkan kualitas agama Hindu di seluruh Indonesia. "Kalau proses akademik, kita punya SDM untuk dosen kualitas terbaik. Sedangkan untuk infrastruktur, kita sudah pakai sistem IT sehingga proses pembelajaran secara kualitas sudah memadai," ujarnya.
Menurut Duija, IHDN sedang dalam proses menjadi universitas. Ia berharap tahun 2016 sudah ada lampu hijau menjadi universitas, sehingga menjadi kado bagi umat Hindu seluruh Indonesia.
IHDN dalam visinya terdepan dalam dharma, widya dan budaya ini mengelola tiga fakultas dan pascasarjana yaitu Fakultas Dharma Acarya (Ilmu Pendidikan), Brahma Widya (Filsafat dan Ilmu Agama) dan Dharma Duta (Ilmu Sosial dan Budaya). Sedangkan untuk Pascasarjana memiliki 3 program studi (prodi) yakni Prodi Magister Brahma Widya (Teologi Hindu), Dharma Acarya (Ilmu Pendidikan Agama Hindu) serta Bahasa dan Sastra dengan konsentrasi Bahasa Bali. Selain itu ada program Doktor Ilmu Agama.
Sesuai UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), maka setiap lulusan IHDN Denpasar memperoleh Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang menyatakan kompetensi masing-masing wisudawan.
Kegiatan pembelajarannya sendiri, lanjutnya, IHDN ditunjang 162 dosen dengan kualifikasi 6 guru besar, 28 dosen kualifikasi S-3, 105 orang kualifikasi S-2, 30 orang melanjutkan studi ke jenjang S-3 dan 5 orang sedang menempuh studi S-2.
Rektor juga memberi penghargaan kepada wisudawan dengan IPK tertinggi yaitu Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H. (program doktor) dengan IPK 3,67, I Gede Juh Awan, M.Pd.H. (magister Dharma Acarya) dengan IPK 3,91 dan Ketut Agus JuniArta, S.Pd.H. (Pendidikan Agama Hindu) dengan IPK 3,93. "Kami atas nama seluruh civitas akademika mohon maaf kepada wisudawan bersama keluarga jika selama menuntut ilmu ada hal-hal kurang berkenan. Semoga masyarakat dan pemerintah daerah dapat memanfaatkan alumni IHDN Denpasar secara tepat guna dalam upaya membangun bangsa," ujar Duija.
Sumber: Koran Bali Post, Rabu Paing 30 September 2015