IHDN Kaji Ilmu Komunikasi Hindu Sikapi Masalah Umat


(Foto: Rektor IHDN Denpasar, Prof. Dr. I Nengah Duija,)

Denpasar - Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar  mengkaji Ilmu Komunikasi Hindu (IKH) dalam menyikapi masalah keumatan di Indonesia. Selama ini nilai atau pesan-pesan universal agama Hindu belum maksimal diketahui umat Hindu khususnya di Indonesia. Hal ini diduga minimnya akses komunikasi ke publik.

“Ilmu Komunikasi Hindu penting dalam menyikapi persoalan keumatan, terutama di tengah arus infomasi saat ini. Terlebih lehadiran media sosial yang sudah menjadi ‘panglima’ informasi,” kata Rektor IHDN Denpasar, Prof. Dr. I Nengah Duija,  di sela-sela membuka acara seminar nasional “Eksistensi Ilmu Komunikasi Hindu dalam Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Era Global” di Kampus Pascasarjana IHDN Denpasar, Selasa (30/8).

Ia mengatakan, kehadiran media sosial, sangat menentukan keberlangsungan sebuah  bangsa dan negara. Apalagi terkait hal-hal menyangkut agama. Saat ini kehadiran media sosial tersebut memberikan ruang sangat terbuka kepada semua masyarakat untuk menyampaikan pesannya melalui postingan, baik pribadi maupun secara umum. Sehingga untuk itu, ke depan menjadi tantangan umat Hindu dalam menyerap dan menerima informasi.

Prof. Dr. I Nengah Bawa Atmaja, MA., yang hadir sebagai pembicara dalam  seminar nasional menilai penting ilmu komunikasi Hindu ke depan. Apalagi, tantangan terberat saat ini adalah mengedukasi umat di tengah limpahan informasi dari berbagai sumber. Prodi Ilmu Komunikasi Hindu, sebagai jurusan baru di Pascasarjana IHDN Denpasar mampu menyikapi masalah keumatan di era teknologi aat ini.

“Ilmu Komunikasi Hindu harus hadir dalam menyikapi masalah umat. Terutama dalam ruang informasi dan media,” katanya.

Sementara Dr. Phil. Hermin Indah Wahyuni, S.IP., M.Si., dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini mengungkapkan bahwa tantangan terberat para sarjana Hindu di prodi ini tak saja dalam konteks keilmuan komunikasi saja tapi masalah esensi atau nilai-nilai Hindu agar bisa dintranformasikan kepada umat.

Sementata Drs. IB Putu Suamba, M.A. Ph.D. yang menjelaskan kajian ilmu komunikasi Hindu sangat berbeda demgan kajian komunikasi pada umumnya. Weda atau ajaran agama menjadi pekerjan yang tidak mudah ditransformasikan oleh para sarjana Hindu kelak. “Jadi butuh akses saluran komunikasi yang baik di media dan sesuai dengan umat (audiens).

Source: bisnisbali.com