
Tabanan,- Guna meringankan beban masyarakat, Desa Pakraman Munduktemu, Pupuan menggelar upacara ngaben dan matatah missal, Selasa (26/5). Kegiatan ini disambut antusias oleh warga masyarakat setempat. Manggala Karya Wayan Sukiarta mengatakan, upacara ngaben massal yang akan digelar 28 Mei (hari ini diikuti 37 sawa, mapetik rambut 40 orang, ngerapuh 49, ngelungah 13 dan matatah 78 orang). Total biaya yang dihabiskan sebesar Rp 314 juta yang bersumber dari iuran warga dan subsidi Desa Pakraman.
"Jumlah KK di Desa Pak-raman kami 300 KK. Masing-masing KK dikenakan iuran Rp 40 ribu. Di samping itu ada subsidi dari Desa Pakraman sebesar Rp 10 juta," ungkapnya. Pihaknya berharap Pemkab Tabanan memberikan dukungan kepada warga Desa Pakraman Munduktemu baik dalam menjalankan yadnya maupun menjalankan' program pemerintah.
Sementara Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa yadnya memang harus dilakukan berdasarkan rasa tulus ikhlas dan pikiran positif. "Sebagai umat Hindu, yadnya merupakan sebuah kewajiban, dan dalam menjalankannya juga harus dilandasi rasa tulus ikhlas. Tetap berpikir positif agar apa yang kita cita-citakan bisa terwujud," ungkapnya.
Menurutnya yadnya yang dilakukan secara massal akan bisa lebih efisien baik dalam biaya maupun waktu pelaksanaannya. "Kami harap upacara seperti ini terus dilakukan ke depannya, karena manfaatnya begitu luar biasa baik dari segi biaya maupun waktu," imbuhnya.
Sumber: Koran Bali Post, Kamis Paing, 28 Mei 2015