"Ngenteg Linggih" di Pura Luhur Batu Panes

Bertepatan dengan rahina Buda Kliwon Gumbreg, Rabu (10/6) mendatang, akan digelar karya agung ngenteg linggih di Khayangan Jagad Pura Luhur Batu Panes di Banjar Belulang, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Serangkaian dengan karya agung tersebut telah digelar prosesi masucian atau melasti ke segara Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Tabanan. Pamelastian ini dilakukan dengan berjalan kaki selama tiga hari dua malam. Selain krama pangempon, yakni krama Banjar Belulang dan krama Desa Wongaya Betan, ribuan umat Hindu di Tabanan turut mengiringi prosesi pamelastian ini.

Perjalanan hari pertama dilakukan mulai Minggu (31/5). Adapun rute di hari pertama ini dari Pura Luhur Batu Panes, simpang (singgah) di Pura Bale Agung Wanasari. Selanjutnya simpang di Pura Pesimpangan Kuwub Batukaru dan terakhir simpang sekaligus mar-erepan di Pura Puseh Desa Pakraman Kota Tabanan (DPKT).

Selanjutnya pada Senin (1/6) Ida Batara menuju Segara Tanah Lot. Sebelum sampai di Segara Tanah Lot, Ida Batara simpang di Pura Puseh Desa Adat Demung dan Pura Dangin Bingin atau Pura Dangin Sawen, Desa Beraban.

Sementara pada hari ketiga atau hari terakhir Selasa (2/6) kemarin, dari Pura Puseh DPKT Ida Batara mawali ke Pura Luhur Batu Panes.

Ketua I Panitia Ngenteg Linggih Pura Luhur Batu Panes I Nyoman Arnawa, S.Sos. mengatakan, selain masucian, prosesi ini juga. diisi dengan ngaturang pakelem serta memohon tirta amertha serangkaian karya ngenteg linggih di Pura Luhur Batu Panes.

Sumber: Koran Bali Post, Rabu Pon, 3 Juni 2015