Pemkot Denpasar Gelar Dharma Santi Hari Suci Nyepi

Perayaan Dharma Santi serangkaian Hari Suci Nyepi yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar, Selasa (19/5) di Lapangan I Gusti Ngurah Made Agung, mengangkat tema "Era Kebangkitan dan Dharma Santi sebagai Momentum Membangun Nilai dan Semangat Kepahlawanan Menuju Denpasar yang Damai", berjalan khusyuk dan khidmat. Diawali dengan "pemujaan oleh Ida Pedanda Gede Ngurah Telaga dari Geria Telaga, Tegal, Denpasar dan diiringi lantunan sloka-sloka suci, semakin menambah khusyuk suasana.

Tampak hadir di tengah-tengah masyarakat, Wah Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Wakil Wah Kota I G.N. Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Sekda AAN Rai Iswara, Kepala SKPD di lingkungan Pemkot Denpasar, guru-guru, masyarakat serta instansi terkait lainnya. Acara juga diisi dharma wacana dari Ida Sri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pemayun dari Kedhatuan Kawista Bah. Dalam kesempatan tersebut, Ida Sri Bhagawan Putra mengatakan bahwa dalam sloka Sarasamuscaya dikatakan dharma sesungguhnya jalan menuju surga, seperti perahu yang mengarungi lautan menuju dunia yang damai. Yang dimaksud dunia damai adalah dunia yang tanpa kekerasan dengan penuh kasih sayang, dunia yang tanpa ada masalah.

Sebelum manusia mencapai damai, hendaknyalah dharma dicapai terlebih dahulu karena dharma itu jalan pijakan menuju yang damai dan damai itu adalah surga yang sejati. Inilah yang perlu diketahui bersama di dalam berbagi dharma dan shantih. Dharma menuju kedamaian adalah buah kita memetik kesadaran budi. Kenapa dharma dan shantih itu harus digapai untuk mencapai negara kertaraharja gemah ring pah loh jinawi, karena dharma dan shantih adalah hasil akhir dari pemahaman agama dan hasil akhir pencapaian titik tertinggi kesadaran manusia.

Ida Sri Bhagawan Putra mengatakan, bilamana alam ini tenang maka akan mampu memberikan kesucian kepada semua kehidupan. Dan, saat itulah hati manusia akan dipenuhi dengan kesucian dan kedamaian. "Hendaknyalah kita harus memahami semua pengetahuan dasar dalam hidup ini, termasuk pengetahuan agama, pengetahuan ekonomi, pengetahuan alam semesta dan lain sebagainya. Jadi, agama itulah landasan untuk memahami dharma yang bukan hanya sebatas pencapaian kedamaian. Marilah kita menjadi pahlawan dharma di mana leluhur kita para veteran yang sudah menjadi pahlawan yang disebut juga wirayuda. Mari masyarakat Denpasar, menjadilah gunayuda sehingga hidup kita bisa berguna," tegasnya dan menambahkan, kalau kita menghormati, menghargai semua kehidupan melebihi diri kita sendiri, maka di dalam hidup kita ini tidak akan menjumpai banyak hambatan.

Kepala Bagian Kesra Setda Kota Denpasar IGB Mataram di sela-sela acara mengatakan, kegiatan seperti ini merupakan tradisi dan budaya yang saling keterkaitan antara satu dengan yang lain. "Kegiatan seperti ini jangan sampai hilang, di mana tujuannya adalah untuk menjalin hubungan silaturahmi dengan semua umat serta sesama," katanya.

 

Sumber: Koran Bali Post, Kamis Kliwon, 21 Mei 2015