
(Foto: sindonews.com (Kiri-kanan) Ketua Bidang Hukum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Yanto Jaya, Bendahara Umum PHDI I Dewa Gede Ngurah Utama, Ketua Umum PHDI SN Suwisma dan Ketua Bidang Organisasi PHDI I Dewa Putu Sukardi)
Jakarta - Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) pusat memberikan keterangan terkait pelaksanaan Pesamuhan Sabha Pandita PHDI 23-24 Oktober lalu. Pesamuhan Sabha Pandita merupakan musyawarah para Pandita Hindu guna merumuskan prinsip-prinsip dasar kehidupan beragama umat Hindu. Delapan keputusan dihasilkan dalam pertemuan tersebut, salah satunya terkait rencana revitalisasi kawasan Teluk Benoa.
Ketua Umum Pengurus Harian Perisada Hindu Dharma Indonesia Mayjen TNI (Purn) Sang Nyoman Suwisma mengatakan, terkait pro kontra revitalisasi Teluk Benoa, PHDI akan membentuk tim kecil atau tim sembilan untuk melakukan pendalaman lebih jauh terkait kawasan Teluk Benoa. "Terkait dengan kawasan suci Teluk Benoa, kami memutuskan membentuk tim sembilan Pandita yang diketahui oleh Ida Pandita Mpu Jaya Acharyananda yang akan mengkaji aspek kesucian Teluk Benoa." ujar Suwisma di kantor Sekretariat PHDI, Jl. Anggrek Nelly Murni Blok A, No.3, Slipi Kemanggisan, Jakarta Barat, Selasa 27 Oktober 2015.
Tim sembilan tersebut beranggotakan Ida Pandita Mpu Jaya Acaryanada sebagai ketua, Ida Pandita Mpu Daksa Yaksa Manuaba sebagai wakil ketua, Ida Acarya Agni Yogananda sebagai sekretaris. Kemudian beberapa anggota yaitu Ida Pandita Mpu Jaya Prema Ananda, Ida Pandita Mpu Jaya Dangka Ramana Putra, Ida Pandita Rsi Agnijaya Mukthi, Ida Pedanda Bang Buruan Manuaba, Ida Pandita Mpu Jaya Sattwikananda dan Ida Pedanda Panji Sogata.
Hadir juga dalam keterangan pers tersebut Ketua Bidang Hukum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Yanto Jaya, Bendahara Umum PHDI I Dewa Gede Ngurah Utama, dan Ketua Bidang Organisasi PHDI I Dewa Putu Sukardi.
Sumber: sindonews.com