
(foto: ilustrasi)
Denpasar - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali memberikan informasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) kepada keluarga PHDI Bali, di Gedung PHDI Bali, Sabtu (7/11) kemarin. Acara yang digelar bertepatan dengan Tumpek Wayang ini diikuti 40 orang pengurus serta anggota, termasuk Ketua PHDI Bali sendiri.
"Pertemuan antara sapta wara dan panca wara Saniscara Kliwon, wuku wayang ini sangat baik untuk memberikan pencerahan, ceramah untuk umat sedharma yang ada di sini. Terutama pencerahan-pencerahan tentang narkoba karena di dasar-dasar agama itu semuanya ada tentang larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan dalam penyalahgunaan narkoba itu," ujar Kepala BNNP Bah Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H.
Suastawa berharap, para pengurus PHDI Bali nantinya dapat meneruskan informasi bahaya narkoba kepada umat sedharma di Pulau Dewata. Dengan demikian, PHDI Bali tidak saja memberi pencerahan terkait Agama Hindu, tapi juga menambah pengetahuan masyarakat terkait narkoba. Utamanya tentang bagaimana menghindari penyalahgunaan narkoba yang juga dilarang dalam agama Hindu. "Kita juga harus memahami bahwa Parisadha ini adalah merupakan sentral penyampaian informasi pencerahan kepada umat. Dengan penambahan materi narkoba ini, tentunya nanti dikaitkan dengan sloka-sloka Weda, Bhagawad Gita yang ada. Kita harapkan bahwa umat Hindu semakin memahami dan mengerti tentang penyalahgunaan narkoba," jelasnya.
Suastawa menambahkan, orang Bali yang tercatat sebagai penyalahguna narkoba memang masih sedikit. Hanya sekitar 2,22% dari keseluruhan jumlah penduduk. Namun demikian, upaya pencegahan tetap harus dilakukan agar jumlah penyalahguna narkoba tidak bertambah banyak dari terdata saat ini. "Ke depannya harus kita berpikir pencegahan itu lebih baik daripada pengobatan," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Suastawa juga mengingatkan soal rehabilitasi bagi pecandu atau korban dari penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, rehabilitasi telah menjadi prinsip dari program kerja BNN 2015-2016. "Pencegahan sudah, penanggulangan sudah, sweeping-sweeping sudah, dipenjara sudah. Di Lapas sekarang itu sudah lebih banyak pelaku narkoba seperti pengedar dan pembuat. Sedangkan korban penyalahguna dan pecandu kita obati dengan rehabilitasi," paparnya.
Kegiatan Informasi P4GN sebelumnya telah menyasar keluarga masyarakat muslim dan perhimpunan keluarga Kristen. Dengan kata lain, BNNP Bali tidak hanya menyasar pelajar, mahasiswa, pegawai swasta maupun negeri untuk dibuat imun melalui informasi P4GN. Tapi juga menyasar keluarga lintas agama untuk memutus rantai peredaran narkoba. Sebab .di lingkup keluarga, orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mengawasi anak-anaknya dari jeratan narkoba. Setelah itu, barulah bisa meluas ke masyarakat.
Sumber: Koran Bali Post, Minggu Umanis 8 Nopember 2015