
Purnama Sadha yang jatuh pada Senin (1/6) adalah puncak piodalan di Pura Batu Madeg. Pura ini adalah tempat suci umat Hindu yang terletak di utara Pura Penataran Agung Besakih.
Disebut Pura Batu Madeg karena di pura tersebut terdapat sebuah batu yang tegak. "Batu Madeg" dalam bahasa Bali diartikan batu tegak berdiri. Batu Madeg dalam ilmu arkeologi disebut menhir, pada zaman kebudayaan megalitikum.
Batu Madeg ini simbol pemujaan Batara Ida Ratu Sakti Watu Madeg manifestasi Ida Batara Wisnu dalam sistem pemujaan Paksa Siwa Pasu Pata. Ketika sistem pemujaan itu berubah menjadi Siwa Sidhanta, Batu Madeg itu diletakkan di dalam sebuah Meru Tumpang Sebelas. Meru Tumpang Sebelas dengan Batu Madeg di dalamnya inilah palinggih yang utama di Pura Batu Madeg tersebut. Pura ini tergolong Pura Catur Dala berposisi di arah utara, simbol stana Dewa Wisnu dalam konsep pangider-ider Siwa Sidhanta Paksa.
Yang patut kita perhatikan adalah palinggih Meru Tumpang Sebelas dengan Batu Madeg di dalamnya. Menhir sebagai peninggalan kebudayaan Hindu zaman megalitikum sebagai simbol pemujaan Batara Wisnu itu tetap dipergunakan, meskipun sistem pemujaan itu sudah berubah.
Pura Batu Madeg sesungguhnya menghadap ke barat ke arah Pura Ulun Kulkul. Tetapi umat pada umumnya merasakan pura itu menghadap ke selatan. Di Pura Batu Madeg ini terdapat lima buah palinggih Meru. Di sisi timur areal jeroan pura, berjejer dari utara ke selatan. Dari utara ada dua Meru Tumpang Sembilan. Yang paling utara merupakan palinggih Ida Manik Angkeran. Di selatannya palinggih Ida Ratu Mas Buncing. Di selatan palinggih Ida Ratu Mas Buncing adalah Meru Tumpang Sebelas yang di dalamnya ada Batu Madeg. Meru inilah sebagai palinggih yang paling utama sebagai stana pemujaan Batara Sakti Batu Madeg sebagai manifestasi Batara Wisnu.
Di selatannya ada palinggih Meru Tumpang Sebelas juga sebagai palinggih Ida Batara Bagus Bebotoh. Di palinggih ini umat memuja Tuhan agar dapat mengalihkan sifat bebotoh berjudi menjadi bebotoh bekerja untuk tujuan yang mulia. Hal.
Kesuburan Tanah
Umat jangan salah tafsir palinggih Ida Batara Bebotoh itu bukan tempat pemujaan umat agar menang berjudi. Sebab, ajaran Veda sangat melarang umatnya berjudi. Meru Tumpeng Sebelas yang paling Selatan sebagai palinggih Ida Ratu Manik Bungkah. Palinggih ini ada kaitannya dengan fungsi Tuhan sebagai Betara Wisnu untuk melindungi kesuburan tanah.
Sumber: Koran Bali Post, Minggu Kliwon, 31 Mei 2015