Pura Tirta Sudamala

Pura Tirta Sudamala terletak di Banjar Sedit Kelurahan Bebalang, Bangli. Pura Tirta Sudamala selama ini sudah dikenal banyak masyarakat lantaran di sekitar areal pura tersebut terdapat belasan pancuran yang dijadikan oleh masyarakat sebagai tempat malukat.

Klian Adat Sedit, Gusti Putu Kariyadnya, saat ditemui Sabtu (6/6), menuturkan asal muasal Pura Tirta Sudamala. Sebagaimana prasasti yang memuat sejarah tentang Pura Tirta Sudamala, disebutkan bahwa pura, tersebut berdiri bermula dari adanya perjalanan Ida Pedanda Hender. Konon, perjalanan yang dilakukan Ida Pedanda Hender adalah untuk mencari tirta dari sumber mata air suci yang akan digunakan sebagai pelengkap upacara besar. Tirta tersebut dicari Ida Pedanda Hender atas permintaan Raja 1 Bangli kala itu.

Dalam pertapaannya kembali Ida Pendada Hender berhasil menemukan lokasi mata air yang dicarinya. Beliau kemudian melanjutkan perjalanan ke arah utara hingga akhirnya sampai di lokasi mata air Sudamala.

Sejak adanya perjalanan Ida Pedanda Hender tersebut, masyarakat yang hidup di sekitar sumber mata air Sudamala membangun sebuah palinggih di dekat pancuran Tirta Sudamala saat ini. "Para penglingsir kami kemudian sempat masesangi, jika tirta sudamala ini bisa mengusir hama yang menyerang tanaman mereka, mereka akan mendirikan pura di dekat lokasi tirta Sudamala," tuturnya.

Benar saja, berkat tirta sudamala masyarakat setempat akhirnya berhasil mengusir hama kera dari sawah mereka. Sesuai janjinya, masyarakat kemudian mendirikan sebuah pura yang dinamakan Pura Tirta Sudamala.

Hingga saat ini, Pura Tirta Sudamala diempon oleh masyarakat Banjar Sedit. Upacara wali di Pura Tirta Sudamala biasanya digelar setiap enam bulan sekali, tepatnya pada Anggarkasih Prangbakat. Rencananya pada pertengahan Oktober mendatang, di Pura Tirta Sudamala akan digelar upacara karya Pentungkah Agung.

Sumber: Koran Bali Post, Minggu Paing, 7 Juni 2015