Umat Hindu Minta Perhatian dari Pemkab

Banyumas -Umat Hindu meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyumas untuk lebih memperhatikan pembangunan sarana dan prasaran ibadah.

Terutama terkait dengan kelengkapan Pura Pedaleman Giri Kendeng, Desa Klinting, Kecamatan Somagede. Hal itu disampaikan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Banyumas terpilih, Minoto Dharma, kemarin. ”Kami berharap Pemkab senantiasa memperhatikan saranan dan prasarana pura, karena pura sebagai wisata religi,” ujar dia, kemarin.

Dia terpilih sebagai Ketua PHDI periode 2016-2021 dalam Lokasabha II (Musyawarah Daerah) PHDI Banyumas di Pura Pedaleman Giri Kendeng yang dihadiri 102 perwakilan, Minggu (3/4) lalu. Dia menggantikan ketua sebelumnya periode 2011-2016, I wayan Antara. Dia mengungkapkan, masih ada beberapa sarana dan prasaranan yang perlu dilengkapi. Menurut rencana pihaknya akan menambahkan bangunan candi pada sekitar bangunan utama pura yang telah berdiri pada 1980-an ini.

”Pura Pedaleman Giri Kendeng ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi salah satu tujuan wisata religi di Banyumas. Rencananya, pada setiap perayaan Nyepi kami menggelar upacara keagamaan yang dapat menarik pengunjung,” tutur dia.

Batik Hindu
Menurutnya, Pura Pedalaman Giri Kendeng menjadi pusat kegiatan umat Hindu di Banyumas. Pada setiap perayaan hari besar, sebagian besar umat Hindu di Banyumas melakukan kegiatan keagamaan di pura yang berada di kawasan perbukitan ini. Lebih lanjut dia mengatakan, untuk meningkatkan kesejahteraan umat, sejak beberapa tahun lalu telah merintis usaha pembuatan batik Banyumasan.

Pembuatan batik yang dilakukan para ibu-ibu itu dipusatkan di kompleks pura. Batik tulis hasil karya mereka memiliki ciri khas dengan motif ukiran dan simbol-simbol agama Hindu. Selama ini kain batik itu hanya digunakan di kalangan internal, tapi ke depan menurut rencana akan dipasarkan secara luas kepada masyarakat umum.

”Kami berharap umat Hindu Banyumas dapat tetap menjaga kerukunan antarumat beragama. Di Desa Klinting terdapat 200 umat Hindu. Mereka sudah biasa hidup berdampingan dan penganut agama lain,” tambah dia.

Source: berita.suaramerdeka.com