UNHI Denpasar Gelar Workshop Jurnal Internasional


(Foto: Rektor UNHI Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S)

Denpasar - Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kuantitas output hasil penelitian perguruan tinggi, Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar menggelar Workshop Jurnal Internasional, Kamis (8/3) kemarin. Workshop yang berlangsung selama dua hari hingga Jumat ini, mengundang dua narasumber yang ahli dibidang publikasi jurnal internasional, bidang sosial dan budaya yaitu Dr. Hezri Adnan dari Universitas Malaysia dan Dr. Diki Sofyan dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebanyak 29 dosen peneliti dari berbagai perguruan tinggi di Denpasar antusias mengikuti workshop ini.

Rektor UNHI Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S mengatakan, sejak tahun 2010 belum banyak karya ilmiah yang dihasilkan oleh para dosen peneliti di Indonesia dipublikasikan dalam jurnal Internasional. Padahal jumlah profesor di Indonesia lebih banyak dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia. Hasil penelitian yang dilakukan oleh para dosen peneliti sangat penting dipublikasikan ke dalam bentuk jurnal internasional. Sebab, publikasi tidak hanya untuk kepentingan pemenuhan persyaratan kenaikkan jabatan akademik, tetapi bagaimana hasil temuan-temuan yang dihasilkan bisa disebarkan dan dikonsumsi oleh publik di tingkat internasional.

"Penelitian sebenarnya belum berakhir kalau hasilnya belum di-publish. Jadi, kalau hasilnya hanya berupa laporan penelitian, kemudian disimpan di universitas, ini tidak akan ada artinya. Oleh karena itu, publikasi sangat penting dilakukan," tandas Prof. Damriyasa di sela-sela pembukaan workshop.

Dikatakannya, dalam meningkatkan ranking institusi pendidikan baik di tingkatkan nasional maupun internasional, indikator penilaian yang digunakan untuk hampir 60%-80% penilaian pada riset yang dihasilkan oleh universitas. Oleh karenanya, riset merupakan tugas utama yang harus dilakukan oleh universitas. Sementara indikator kinerja dari riset yang dihasilkan tergantung dari seberapa banyak yang dipublikasikan oleh universitas tersebut.

"Kami di UNHI Denpasar yang berlandaskan agama, seni dan budaya ke depannya akan lebih banyak berorientasi pada publikasi internasional, supaya dunia internasional tahu nilai-nilai apa yang diteliti dan nilai-nilai apa yang terkandung di dalam budaya-budaya Hindu di Bali. Ini bisa menjadi acuan dan konsumsi bagi peneliti berikutnya," ujar Rektor UNHI Denpasar.

Ketua Panitia Dr. I Wayan Winaja, M.Si. menambahkan, tujuan lain dari kegiatan Workshop Jurnal Internasional ini adalah untuk mendorong dosen peneliti, khususnya dosen di UNHI Denpasar agar lebih meningkatkan semangat dan kualitas diri dalam melakukan penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian dapat dipublikasikan ke jurnal internasional yang bereputasi.

Ia mengharapkan melalui workshop ini para peserta mendapatkan pemahaman tentang cara menulis jurnal internasional yang bereputasi. Apalagi bagi dosen yang bergelar doktor dan letkor kepala untuk menjadi guru besar wajib hukumnya menulis di jurnal internasional bereputasi.

Source: Koran Bali Post, Jumat Pon 9 Maret 2018