Unhi Gelar Wisuda, Tamatannya Sudah Ada yang "Go Internasional"

Unhi gelar Wisuda

DENPASAR - Universitas Hindu Indonesia (Unhi) menggelar wisuda bagi program Sarjana Strata Satu ke-47, Program Magister yang ke-19, dan Program Doktor yang ke-7 pada Jumat (15/5). Sebanyak 334 wisudawan/ti yang diwisuda yaitu dari Fakultas Ilmu Agama dan Kebudayaan 27 orang, Fakultas Teknik 16 orang, Fakultas Kesehatan 7 orang, Fakultas Ekonomi 176 orang, Fakultas PAS 68 orang, program Pascasarjana baik Magister dan Doktor sebanyak 35 orang.

Dari 334 wisudawan/ti, satu wisudawati berhasil meraih IPK tertinggi yaitu 3,81 dari Fakultas Ekonomi Prodi Manajemen yang diraih oleh Anak Agung Ayu Semari Adi. IPK tertinggi dari program Magister yaitu IPK 3,78 diraih oleh I Kadek Satria dari Prodi Pendidikan Agama Hindu, dan Strata Tiga diraih oleh Nanang Sutrisno dari prodi Ilmu Agama dan Kebudayaan dengan IPK 3,88. Pada hari itu juga diadakan pengukuhan guru besar ke-12 Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si. dalam bidang Ilmu Sastra Daerah (Jawa Kuna dan Bah). Selain memiliki 12 guru besar, Unhi juga memiliki 31 dosen bergelar doktor dan 114 dosen bergelar magister.

Rektor Unhi Dr. Ida Bagus Dharmika, M.A. menjelaskan bahwa Unhi memiliki sistem pendidikan yang terdiri atas empat komponen yang saling berkaitan yaitu rekrutmen, proses pembelajaran, wisuda, quality insurance atau outcome. "Proses ini sudah berjalan dengan baik dan berkualitas," ujarnya.

Lebih lanjut Dharmika menjelaskan, rekrutmen dilakukan lebih awal dari perguruan tinggi lainnya yaitu 30 Mei mendatang. Komponen kedua yaitu proses pembelajaran juga telah dipersiapkan dengan baik, seperti merancang kurikulum KKNI, pendampingan ijazah, dan beberapa gelar untuk ditinjau kembali. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengantisipasi perkembangan global seperti Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). "Karena kalau populer di lingkungan kita saja tidak diterima di luar, kita sudah antisipasi hal itu," imbuhnya.

Wisuda kali ini menamatkan semua jenjang pendidikan karena ada program S-l, S-2, S-3, dan pengukuhan guru besar. Selain itu semua prodi di Unhi juga sudah terakreditasi termasuk universitas Unhi. Dengan demikian, output yang dihasilkan sudah dapat diterima di masyarakat.

Komponen keempat yaitu quality insurance, kaitannya dengan pengembangan kualitas pembelajaran, pihaknya senantiasa mencoba meningkatkan hubungan baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Dalam negeri, di samping menjalin kerja sama dengan PTN se-Bali dan luar Bali, juga dengan kampus di luar negeri menjalin kemitraan dengan beberapa universitas di India, Thailand, Belanda, Jerman. Kerja sama ini tidak hanya sebatas tanda tangan, beberapa dosen juga telah mengikuti program postdoctoral selama tiga bulan di Leiden, Belanda yang dibiayai oleh Ditjen Bimas Hindu, serta mengikuti program short course, dan postdoctoral tiga bulan di New Delhi, India.

"Kita berharap ke depan dapat ke Swedia, Thailand, Cina dan daerah lainnya sehingga dapat diterima masyarakat internasional," ujarnya. Tamatan Unhi baik bidang ekonomi, teknik, Ayur Vedic, MIPA pendidikan sudah diterima baik oleh masyarakat, tidak hanya di institusi formal seperti PNS juga beberapa alumni yang sudah go international misalnya Ayur Vedic, dan diserap di pasaran Hotel di Bali.

 

Sumber: Koran Bali Post, Senin Paing, 18 Mei 2015