
Denpasar - World Hindu Wisdom Meet (WHWM) 2017 segera digelar. Tujuan WHWM tahun ini adalah untuk menyatukan aktivitas spiritual dan pelayanan Hindu secara global, menggali dan menyebarluaskan nilai-nilai kemanusiaan (Human Values) yang diuraikan dalam susastra Hindu Dharma dan menyerap kebudayaan Hindu yaitu Satyam, Shivam, dan Sundaram.
WHWM 2017 akan diselenggarakan pada Minggu dan Senin, 11-12 Juni 2017 bertempat di Gedung Natya Mandala Kampus ISI Denpasar. Hari pertama akan diisi dengan pemaparan narasumber dan beberapa menit doa untuk mengenang almarhum Presiden World Hindu Parisad (WHP), Ida Pedanda Gede Katut Sebali Tianyar Arimbawa. Sedangkan pada hari kedua akan diisi dengan pemaparan tiga nominator sayembara Ilmu Pengetahuan Hindu. WHWM 2017 ini sangat dibutuhkan untuk menggali dan memberikan pemahaman terkait dengan Hindu Dharma yang dilandasi Kitab Suci Veda. Oleh karena itu, tema yang diusung pada WHWM 2017 adalah “PARA AND APARA VIDYA AS A THE BASE OF HINDU BODY OF KNOWLEDGE (Pengetahuan Spiritual dan Ilmu Pengetahuan serta Teknologi sebagai Dasar Pohon Keilmuan Hindu). Ini adalah upaya menemukan materi, struktur, berbagai teori Hindu dan hubungannya dengan pengetahuan Veda, ilmu pengetahuan modern dan teknologi untuk membimbing umat manusia mencapai tujuan hidup tertinggi.
Tujuan khusus yang ingin dicapai dari WHWM 2017 antara lain: (1) Memahami secara lebih mendalam dan mengkonstruksi teori dan ilmu-ilmu pengetahuan Hindu yang dituangkan secara metodis, kritis, sistematis, koheren dan konsisten sesuai dengan kreteria ilmu pengetahuan ilmiah; (2). Menggali berbagai ilmu pengetahuan yang terdapat dalam pustaka Veda dan turunannya; (3). Membuktikan bahwa Veda adalah sumber ilmu pengetahuan material (aparavidya) dan spiritual (paravidya); (4). Mempertebal keyakinan umat Hindu terhadap kebenaran pustaka suci Veda; (5). Membuktikan bahwa Veda dikutip atau ditulis kembali dari generasi ke generasi menjadi berbagai bentuk pengetahuan yang memberikan vitalitas terhadap susastra-susastra Hindu berikutnya; dan (6). Membuktikan bahwa dari pustaka Veda (Sruti) berkembang menjadi pustaka Smerti, Itihàsa, Puràna, Tantra, Darsana dan Tatwa-tatwa dll.
WHWM 2017 ini diharapkan mampu menghasilkan “Pengetahuan Spiritual serta Ilmu Pengetahuan Sains dan Teknologi sebagai Dasar Pohon Keilmuan Hindu” dan/ atau menghasilkan ilmu-ilmu pengetahuan Hindu yang dapat dipublikasikan dalam bentuk buku Pengetahuan Ilmiah. Adapun narasumber WHWM 2017 ini berasal dari dalam dan luar negeri seperti : Made Mangku Pastika (Indonesia sekalius sebagai Keynote Sepaker), Swami Paramatmananda Saraswati (New Delhi, India), Prof. Binayak S. Choudhury (West Bengal, India), Dr. Yashwant Pathak (India), Ph.D, Dr.Abhishek Joshi (India), Prof. Shinobu Yamaguchi (Jepang), Prof. Dr. Nengah Bawa Atmaja, MA (Indonesia) dan Ngakan Putu Putra, SH., M.A (Indonesia). Peserta WHWM 2017 ini juga berasal dalam dan luar negeri dan berbagai lembaga dan kalangan seperti: PHDI Pusat dan Daerah, Dewan Persatuan Pasraman Indonesia, Perwakilan dari Kementerian Agama RI, LSM dan organisasi Hindu di Indonesia, Perguruan Tinggi Hindu di Indonesia, tokoh Masyarakat Hindu di Indonesia, peserta dari beberapa negara, perorangan maupun organisasi dan perwakilan paramahasiswa Hindu di Indonesia.
Sekjen WHP Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM) mengatakan, kegiatan WHWM 2017 dilaksanakan bergandengan dengan sayembara yang bertujuan untuk menggali batang Keilmuan Hindu sehingga kedepannya Hindu bisa dipelajari secara sistematis dan komprehensif. Made Bakta berharap bahwa sayembara ini bisa diikuti oleh seluruh perguruan tinggi Hindu atau yang sejenisnya di Indonesia sehingga beragam pandangan tentang batang tubuh keilmuan Hindu bisa dikumpulkan, dinilai dan kemudian bisa dipublikasikan agar bisa dibaca oleh masyarakat luas. Menurut Made Bakta, dengan kegiatan ini masyarakat Hindu khususnya mereka dari akademisi merasa tertantang untuk menggali lebih dalam nilai-nilai Hindu yang sangat kaya.
Ketua Panitia WHWM 2017, I Made Suasti Puja, S.E, M.Fil.H berharap bahwa kegiatan kali ini bisa sukses dan bermanfaat bagi masyarakat Hindu dunia. Tema kali ini sebenarnya cukup menantang karena bersifat akademik untuk menggali nilai-nilai keilmuan yang fundamental dari ajaran Hindu itu sendiri. Semoga para akademisi memiliki ketertarikan untuk memberikan sumbangan pemikirannya dengan mengirimkan naskahnya sesuai dengan ketentuan sayembara yang digandengkan dengan perhelatan tahunan WHWM.
Direktur World Hindu Centre (WHC), Drs. I Ketut Donder, M.Ag, Ph.D yang juga penggagas tema kegiatan ini akan memaparkan materinya sebagai keynote speaker mengawali pemaparan ketiga nominator. Ketut Donder sendiri mengatakan bahwa artikel sayembara akan lebih banyak mengulas tentang temuan teori-teori Hindu yang relevan dengan teori-teori Barat atau kritik terhadap teori Hindu hasil karya seseorang. Donder menambahkan bahwa artikel tersebut berisi kesimpulan yang menggambarkan hasil konstruk pohon keilmuan dan atau teori yang dipaparkan.
Menurutnya, umat Hindu punya tanggung jawab membangun SDM Hindu yang baik, kokoh, berpengetahuan dan berke-Tuhanan. Oleh karena panitia mohon dukungan semua pihak untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan Sumber Daya Manusia Hindu yang bermartabat, berkarakter dan berbudaya. Organisasi World Hindu Parisad sebagai payung World Hindu Centre (WHC) kita harapkan bermanfaat dan dimanfaatkan untuk menyebarluaskan Ajaran Dharma secara global.
Oleh: *Humas World Hindu Parisad (WHP)
Source: Wall Facebook Secretariat Whp Whc