Tumpek Kandang: “Mengandangkan” Pikiran Liar Menuju Kebaikan
kategori: Hari Suci
Masyarakat Hindu dimanapun mereka berada pastilah memiliki ciri khasnya masing-masing dalam mengajarkan kebenaran dan dalam mengajarkan ajaran agamanya tersebut para tetua biasanya menggunakan bahasa yang tertutup atau “mekulit” sehingga harus diartikan dan diulas secara rinci dan tidak bisa ditelan mentah-mentah.
selengkapnya
Tanda-Tanda Kebangkitan Spiritual Umat Hindu di Banyuwangi
kategori: Artikel Pilihan
Tepat pada hari Anggara Kasih (Selasa Kliwon), wuku Dukut, Tilem (Amawasya) Sasih Kasa Saka 1931, 21 Juli 2009, segenap umat Hindu Banjar Blok Agung. Desa Karang Doro, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwmgi-Jatim telah mengungkapkan rasa suku citanya dan bahagianya yang sangat mulia, oleh karena pada saat itu telah berhasil mewujudkan cita-cita sucinya untuk memiliki sebuah bangunan suci berupa pura. Pura yang terletak di tengah-tengah desa itu diberi nama "Pura Luhur Natar Sari Saraswati" telah diupacarai dengan upacara pamelaspas yang dipuput oleh sapta resi atau tujuh pandita Hindu
selengkapnya
Percandian Gedong Songo
kategori: Artikel Pilihan
Bagi umat Hindu yang tinggal di Jawa Tengah bagian utara tentu mengenal kompleks Percandian Gedong Songo. Umat Hindu di sekitar kompleks percandian ini sering memanfaatkannya untuk bersembahyang. Bahkan kompleks percandian ini sering menjadi tempat tujuan Tirtayatra oleh umat Hindu dari Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan Bali. Lokasinya yang sejuk dan tenang di lereng Gunung Ungaran (2050 m), sebelah selatan Kota Semarang, menjadikannya kompleks percandian ini menarik untuk disinggahi oleh umat Hindu.
selengkapnya
Wakcapala dan Hastacapala
kategori: Artikel Pilihan
Dari sekian banyak ciptaan Timan Yang Maha Esa di muka bumi ini, manusia merupakan makhluk yang paling utama. Keutamaan manusia ini, karena di antara ciptaan Tuhan, manusia memiliki Tripramana (Bayu, Sabdha dan Idep), sedangkan binatang, khewan dan sejenisnya mempunyai dwi Pramana (bayu dan sabdha) dan tumbuh-tumbuhan dan sejenisnya mempunyai eka pramana (bayu) saja. Sebagai makhluk sempurna, manusia dilengkapi dengan akal-pikiran serta budi dan daya, sehingga dengan berbekalkan keempat unsur itu, manusia menjadi makhluk berbudaya.
selengkapnya
Apa Itu Meditasi Eling Lan Waspada?
kategori: Artikel Baru
Pertama-tama kita harus 'sadar', harus eling. Dari sinilah kita memulainya; memulai semuanya. Sadar disini bisa diibaratkan dengan bangun tidur, ia juga bisa diibaratkan dengan terbitnya sang surya. Kita mengawali segala aktivitas keseharian kita, sejak bangun tidur. Terbitnya matahari berarti dimulainya hari; terbitnya matahari juga berarti dunia mulai terang; kegelapan malam dan kegelapan tidur serta buaian mimpi-mimpi telah usai.
selengkapnya
Brahmana dalam Sumpah "Brahmacarya"
kategori: Artikel Baru
Orang yang bisa menjadi seorang brahmana dianggap sebagai orang yang sangat utama diantara manusia. Tentu saja brahmana dalam hal ini bukanlah brahmana karena kelahiran yang dinamakan brahma-bandhu melainkan brahmana yang karena kualifikasi ke-brahmana-an, karena sifat-sifat mulia yang harus dimiliki oleh seorang brahmana. Kitab-kitab suci Veda memberikan definisi apa dan siapa itu brahmana sebagai "brahman janati iti brahmanah", bahwa brahmana adalah dia yang mengetahui Tuhan.
selengkapnya
Kasih Sayang Ibu yang Mensejahterakan
kategori: Artikel Pilihan
Bagaimanakah kuasa ibu? Sulit dijawab, tetapi para bhakti sudah mencintainya. Para bhakti akan tahu kalau telah di beri kuasa Ibu, sebagai ibu yang memiliki sifat kasih sayang, menuntun, dan mengarahkan yang baik, memiliki sifat memberi dan melindungi.
selengkapnya
Sikap Santun Saat Berdana Punia
kategori: Artikel Baru
Dewasa ini ada tren masyarakat mendapatkan aliran bantuan sosial yang meningkat. Aliran tersebut banyak dikemas dengan istilah Daana Punia. Prioritas beragama zaman Kali menurut Manawa Dharmasastra 1.86 adalah dengan Daana Punia. Apa lagi kalau Daana Punia itu untuk pendidikan membangun Suputra jauh lebih mulia dari seratus kali Upacara Yadnya. Demikian Slokantara 2 menyatakan.
selengkapnya
Keberagaman Perekat Persatuan
kategori: Hari Suci
Keberagaman bangsa Indonesia yang terbentuk sejak dahulu kala dipengaruhi oleh berbagai latar belakang. Belasan ribu pulau, ribuan suku bangsa dengan ribuan bahasa dan adat istiadat, beragam agamadankepercayaan, tumbuh dan berkembang dengan subur.
selengkapnya
Nyepi Dalam Kegaduhan
kategori: Hari Suci
Mari sejenak mengingat alunan mendiang Franky Sahilatua berikut, “Hari ini telah terbaca, Tentang banjir dan gajah mati, Gempa bumi dan para pencuri, Harga harga tinggi.” Syair tersebut merupakan penggalan lagu “Hari Ini Telah Terbaca” yang didendangkan Franky di era tujuh puluhan. Syair tersebut menggambarkan situasi kehidupan bangsa Indonesia masa itu, yang ternyata hingga kini masih banyak terjadi. Bahkan skalanya jauh lebih besar dan berintensitas lebih tinggi.
selengkapnya