Hewan yang Dibunuh untuk Yadnya
kategori: Upacara
Seringkali ada yang bertanya, apakah boleh hewan dibunuh untuk dipersembahkan sebagai yadnya dalam ritual Hindu? Pertanyaan ini muncul beberapa tahun terakhir, sesuatu yang tak pernah ditanyakan di masa lalu. Pertanyaan muncul karena ada “aliran dalam Hindu” yang ketat dalam melaksanakan prinsip ahimsa (tak boleh menyakiti apalagi membunuh) yang disertai pula prinsip vegetarian yang kuat
selengkapnya
Goa Selomangleng Tempat Pertapaan Sang Dewi Kili Suci
kategori: Artikel Baru
Goa Selomangleng adalah sebuah situs goa peninggalan jaman kerajaan Kadiri yang terletak di kaki gunung Klothok, sekitar 7 Km arah Barat Kota Kediri, tepatnya di Desa Waung, Kecamatan Mojoroto, Kediri, Jawa Timur. Lokasinya hanya berjarak beberapa meter dengan Museum Airlangga Kediri dan Bukit Maskumambang yang terdapat makam Eyang Boncolono.
selengkapnya
Tapa Brata Menyucikan Atma
kategori: Artikel Baru
Atma adalah bagian dari parama atma, jadi memang selalu dalam keadaan suci. Kalau dianalogikan atma itu adalah sinar surya, sedang surya itu sendiri parama atma, maka sinar itu tak akan pernah kotor, selalu suci. Tetapi sinar itu bisa tidak diterima dengan baik di alam semesta atau samar-samar, tidak terang benderang. Penyebabnya ada awan yang menutupinya, bisa awan ringan dan tipis yang segera terbang, tetapi bisa awan gelap berupa mendung. Sinar itu sendiri tetap saja suci bersih, apalagi mataharinya.
selengkapnya
Delapan Butir Kewajiban Asasi Manusia
kategori: Artikel Baru
Kecenderungan untuk menuntut hak dan, bila mungkin, melarikandiri dari kewajiban merupakan fenomena yang jamak dan bisa dengan mudah teramati di sekeliling kita. Dalam bentuknya yang halus, mungkin sekali kecenderungan ini juga hadir didalam kehidupan kita sendiri. Kita bisa saja lebih bersemangat bila diajak membicarakan hak-hak kita sebagai warga negara atau pekerja misalnya, ketimbang membicarakan kewajiban-kewajiban yang harus kita penuhi. Keengganan kita untuk membicarakan kewajiban menunjukkan kecenderungan ini dengan jelas.
selengkapnya
Diksa dalam Saiva Siddhanta
kategori: Artikel Pilihan
Diksa (inisiasi) telah menjadi tradisi yang penting di dalam perguruan rohani sejak zaman Veda, upanisad, purana dan hingga sekarang. Diksa menandakan seseorang telah siap masuk ke tingkatan hidup sanyasa, menurut konsep catur asrama. Masing-masing agama atau perguruan rohani dalam Hinduisme mempunyai tradisi diksa, etika, atribut, dan ritual yang berbeda-beda, namun pada dasarnya dengan diksa seorang sisya (siswa kerokhanian) setelah melalui pengamatan guru dan dipandang sudah siap untuk mengambil jalan rohani ditingkatkan kualitas kesucian dan rohaninya sehingga yang bersangkutan mempunyai kemampuan atau kewenangan untuk melakukan ritual-ritual tertentu; mempunyai tingkat kualitas rohani yang memungkinkan yang bersangkutan menuju Siva
selengkapnya
Etika Pendidikan Agama Hindu dalam Naskah Silakrama [2]
kategori: Artikel Pilihan
Naskah Silakrama adalah naskah tradisional Bali yang isinya mengajarkan tentang : 1) Catur Asrama, 2) Catur Varna, 3) Caturpurusartha, 4) Gurubhakti, 5) Yamabrata, 6) Niyama-brata, dan 7) Guru dan Sisya. Semua ajaran yang tersurat di dalamnya sebagai dasar aturan utama dalam bidang kependidikan agama Hindu.
selengkapnya
Upacara Kematian dalam Naskah Yama Purwwa Tattwa
kategori: Artikel Pilihan
Salah satu naskah tradisional Bali yang memuat tentang upacara yajna agama Hindu adalah naskah Yama Purwwa Tattwa. Naskah ini telah didokumentasikan di Kantor Dokumentasi Budaya Bali. Naskah aslinya memakai aksara Bali dan telah dilakukan alih aksara serta alih bahasa ke dalam huruf latin
selengkapnya
Tumpek Wariga dan Pelestarian Lingkungan
kategori: Artikel Baru
Mengenai Tumpek Wariga dilaksanakan secara turun-tumurun dari dahulu mungkin pra Hindu sudah ada. Ditinjau dari segi sejarah khususnya pada zaman mulai bercocok tanam manusia sudah berkembang hidup bertani. Sejak itu pun manusia sudah percaya akan adanya kuasa gaib yang menguasai tumbuh-tumbuhan atau pepohonan yang sering kita sebut Dinamisme. Kemudian ketika zaman Hindu disempurnakan lagi melalui sumber-sumber sastra guna memperkuat dan merawat iman umat Hindu.
selengkapnya
Pancasila Sebagai Filter Membangun Kebudayaan Indonesia
kategori: Artikel Pilihan
Sifat keterbukaan Pancasila dan pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, terutama teknologi komunikasi, secara teknis tidak mungkin kita membatasi masuknya unsur-unsur kebudayaan asing ke dalam kebudayaan nasional. Sejarah umat manusia menunjukkan bahwa kebudayaan yang menutup dirinya dan menolak pertukaran dengan kebudayaan-kebudayaan lain biasanya menjadi beku dan ketinggalan zaman. Sebaliknya perkembangan kebudayaan suatu bangsa yang mengabaikan unsur-unsur kebudayaan daerah juga akan kehilangan jati dirinya.
selengkapnya
Keharmonisan Adalah Tujuan Hidup
kategori: Artikel Pilihan
Bicara tentang kondisi bangsa kita saat ini, menurut saya baik-baik saja. Kalau kita mengikuti Berita-berita di media memang sepertinya mengerikan. Tetapi kalau dikembalikan pada apa yang sesungguhnya terjadi, tidak sepenuhnya seperti yang digambarkan oleh media. Karena pengalaman saya pribadi juga berbicara terkait dengan keberbedaan kita. Di lingkungan tempat tinggal kita yang dihuni warga yang berbeda agama, kita tidak pernah mengalami hal-hal buruk.
selengkapnya